Minta Aparat Segera Tuntaskan Kasus Korupsi, Solidaritas Emperan Kepulauan Tanimbar Gelar Aksi Damai

  • Whatsapp
Minta Aparat Segera Tuntaskan Kasus Korupsi, Solidaritas Emperan Kepulauan Tanimbar Gelar Aksi Damai

Saumlaki -;Banyaknya laporan masyarakat Tanimbar belakangan ini, memaksa Kelompok Solidaritas Emperan turun jalan menggelar aksi demo damai yang bertujuan mendukung proses penegakkan hukum atas berbagai dugaan kasus tindak pidana korupsi, baik dugaan korupsi dana Bansos, dana Covid-19 serta berbagai dugaan korupsi lainnya termasuk sejumlah proyek mangkrak yang dinilai merugikan daerah maupun negara.

Aksi demo damai ini dipusatkan di depan Makopolres Kepulauan Tanimbar, dan Kejaksaan Negeri Maluku Tenggara Barat.

Salah satu orator Ongker Buardalam dalam orasinya meminta Kepolisian dan Kejaksaan untuk segera menuntaskan dugaan kasus korupsi yang telah menyengsarakan masyarakat.

“Kami mendukung sepenuhnya Polres Kepulauan Tanimbar dan Kejaksan Negeri Maluku Tenggara Barat untuk secepatnya menuntaskan sejumlah lapran masyarakat terkait sejumlah dugaan korupsi di daerah ini.” Teriaknya lantang.

Sementara itu Kapolres Kepulauan Tanimbar, AKBP Rommy Agusriansyah saat dimintai keterangan usai menerima perwakilan Demo mengatakan belum saatnya membuka kasus- kasus dugaan korupsi terutama kasus dugaan korupsi 9.3 Milyar rupiah yang bersumber dari dana Covid-19.

Kelompok aksi demo pun beralih ke Kejaksaan negeri Maluku Tenggara Barat. Para perwakilan diterima setelah menyampaikan tuntutan serta pembacaan petisi di depan Kejaksaan Negeri Maluku Tenggara Barat. Kepala Kejaksaan Negeri Saumlaki Gunawan Sumarsono pada kesempatan itu meminta kelompok solidaritas Emperan untuk bersabar Serta memberi waktu seluas- luasnya kepada Kejaksaan Negeri Maluku Tenggara Barat untuk menyelesaikan berbagai kasus yang sedang diselidiki, termasuk dugaan kasus korupsi yang terjadi di daerah ini.

“Kami berharap ada dukungan penuh sekaligus kami minta diberi ruang untuk menyelesaikan berbagai kasus yang sedang dan akan kita proses. Salah satu kendala kita adalah terbatasnya jumlah personil Kejaksaan Maluku Tenggara Barat, namun kita tetap maksimalkan guna penyelesaian kasus-kasus yang terjadi belakangan ini.” Ungkap Kajari. Aksi demo damai yang melibatkan kurang lebih 30-an orang itu semula diagendakan pada pukul 10 pagi namun sempat molor hingga baru dimulai sekitar pukul 13.00 WIT.

Pos terkait