Mesuji Surga Yang Tercecer

  • Whatsapp

Mesuji—Banyak pandangan negatif tentang Mesuji, mungkin karena banyak pemberitaan yang mengkesankan kabupaten yang berbatasan langsung dengan Provinsi Sumatera Selatan, seolah seram dan angker, namun kesan itu bertolak belakang dengan fakta dilapangan, dimana banyak potensi yang dapat digali serta bermanfaat bagi semua, hal ini sebagaimana dikataka Marta Labatin salah satu penggiat seni di mesuji dalam acara diskusi bertema “Membangun Mesuji Dengan Seni”.

” Tanpa kita tau bahwa di Mesuji ini banyak potensi yang dapat digali, baik itu sumber daya alamnya maupun sumber daya manusia, namun sayangnya perhari ini kita kurang peka terhadap semua itu, jadi untuk rekan rekan KKN Unila tolong sampaikan kepada dunia bahwa Mesuji ini adalah surga yang tercecer, hilangkan kesan negatif untuk kabupaten yang kita cintai ini, ” terangnya.

Baca Juga :  Satlantas Polres Mesuji Bersama Komunitas Mobil Gelar Pelatihan Safety Riding

Tak hanya itu, pria yang hobi berpuisi dengan seabrek karya ini juga memaparkan bahwa banyak pelaku seni di kabupaten mesuji yang kurang mendapat perhatian hingganya membuat mereka lebih giat dan aktif di kabupaten lain.

” Kita punya banyak seniman yang karyanya tak diragukan lagi, namun mereka selama ini lebih aktif di daerah lain lantaran kurangnya ruang untuk menyalurkan karya karyanya, seperti didesa ini ada Nursalim, saya rasa masyarakat sini pun belum banyak yang tau kalau dia adalah seorang pelukis, mengapa, karena selama ini dia lebih aktif di luar daerah, ” ucapnya.

Lebih lanjut lelaki kelahiran Bandar lampung 1981 ini menegaskan, apapun yang dialami oleh para pelaku seni di mesuji, hendaknya tidak membuat patah semangat, dan berharap kedepan akan dapat menghasilkan karya karya yang nantinya dengan karya tersebut juga dapat membuat nama baik kabupaten berjuluk Bumi Ragap Begawi Caram tersebut semkin terkenal baik dikancah nasional maupun internasional.

Baca Juga :  Kerjasama Media, Diskominfotik Lampung Terapkan Aplikasi Sikamtik

Untuk diketahui bersama bahwa para mahasiswa dari universitas lampung yang tergabung dalam kuliah kerja nyata menggandeng penggiat seni dan literasi di desa wono sari kecamatan mesuji timur, menggela acara diskusi publik membahas tentang seni dengan menghadirkan nara sumber diantaranya fajar mezas (penulis ) Nursalim (pelukis) juga Adi Sukamto selaku kakwarcab gerakan paramuka kabupaten mesuji.

Agenda yang digelar pada hari minggu 09/02 ini bertempat di balai desa Wono sari serta di hadiri oleh para tokoh pemuda tokoh masyarakat juga tokoh pemerintahan desa dan kecamatan. (do)

Facebook Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.