Merasa Nama Baiknya Tercemar, Budiyono Laporkan Media Tipikornews Online

  • Whatsapp

Metro–Menanggapi postingan/konten yang beredar melalui kanal Tipikor news online, Facebook a/n Novri Yansah maupun YouTube yang menyudutkan Budiyono sekretaris DPRD Kota Metro beserta Kabag umum kesekretariatan Ade Erwansyah, didampingi kuasa hukumnya adakan jumpa pers di sekretariat DPRD kota metro, senin (01/06/20).

Budiyono menjelaskan melalui postingannya pada awal bulan Mei tahun 2020 Budiyono telah mengambil langkah hukum melaporkan tindakan tersebut kepihak kepolisian. Hal ini ditempuh karena postingan/konten telah menimbulkan efek yang tidak baik berupa tercemarnya nama Budiyono yang saat ini menjabat sebagai sekretaris Dewan perwakilan rakyat daerah kota metro maupun institusi tempatnya bekerja.

“Dengan tuduhan yang tidak mendasar dan mengada-ada serta tidak mengindahkan acuan Kode Etik Jurnalistik KEJ dalam pembuatan berita maupun konten pada akun Youtubenya media Tipikornews online, belum pernah menanyakan Terkait kebenaran informasi tersebut ataupun meminta data terkait tuduhan dalam konten maupun kanal YouTubenya,” terang Budi.

Dalam melaksanakan tugas dikesekratariatan kami tunduk pada aturan yang telah ditetapkan dalam standar pengelolaan pemerintah,jelas tidak ada tujuan politik, apalagi untuk mengatur anggaran sesukanya semua jelas ada juknisnya dan dapat dipertanggung jawabkan selain itu kami juga diaudit BPK.

Baca Juga :  Pjs. Bupati Pesibar Ikuti Vidcon Kesiapsiagaan Menghadapi Potensi Cuaca Ekstrim

“Tujuan saya melaporkan pihak pihak yang menggunggah konten tuduhan kepada saya,bukan karen saya benci atau tidak suka, melainkan pada akhirnya tuduhan itu telah mengganggu kehidupan saya secara pribadi baik di dalam masyarakat maupun institusi dimana tempat saya bekerja,” ujar Budiyono.

Sementara itu Kabag umum sekretariat DPRD kota metro Ade Erwinsya dalam keterangan pers menyatakan setelah konten tuduhan terbit dan muncul unggahan konten YouTube dengan judul yang menyudutkan sekretariat DPRD kota metro dirinya diberitahu oleh pimpinan Tipikornews online melalui WA,hal ini disampaikan kepada pimpinannya yaitu Budiyono selaku sekretaris DPRD kota metro.

Selain itu atas inisiatif pribadi setelah melihat isi konten yang dimaksud kemudian menghubungi nomor telepon pimpinan media online Tipikornews Nopriyansya,Ade menyampaikan penjelasan terkait dengan pembayaran menggunakan sistem SSH merupakan ketetapan dari pemerintah kota metro.

Baca Juga :  Gelar Bersih-bersih pantai, Pjs. Bupati Pesisir Barat Dorong Pembangunan Sektor Pariwisata

Ade menyampaikan sebelum adanya konten dan unggahan tersebut saudara Novriansyah pernah datang untuk mencairkan pembayaran media yang dirinya pimpin, karena pada saat ini pembayaran media menggunakan SSH berdasar pada Perwali No 42 tahun 2019 tentang standar satuan harga barang dan jasa pemerintah kota metro tahun anggaran 2020, terlihat saudara Novri marah dan tidak terima,kemudian tidak beberapa lama timbul konten/postingan dan ungahan ungahan tersebut.

“Hal ini diduga bermula dari keributan terkait dengan adanya perubahan acuan pembayaran yang saat ini mengacu pada standar satuan harga (SSH).yang ditetapkan oleh pemerintah kota metro,dimana diduga media Tipikornews online yang saat ini dipimpin oleh Novriansyah selaku redaktur tidak terima atas keputusan tersebut,” imbuhnya.

Kesempatan yang sama kuasa hukum yang ditunjuk oleh Budiyono dari kantor hukum Eni Mardiyantari SH dan rekan menjelaskan Terkait permasalahan hukum yang sedang terjadi pada klien Nya,telah mendaftarkan laporan polisi terhadap pemilik akun YouTube Tipikornews channel yang telah mengunggah konten tuduhan atas diri kliennya.

Baca Juga :  Pjs. Bupati Pesisir Barat Hadiri Acara Bersama Tim Feasibilty Study Unila

“Sebagaimana surat tanda terima penerimaan laporan polisi Nomor:STTPL/217-B/V/2020LPG/RES METRO tanggal 20 Mei 2020 atas dugaan pelanggaran terhadap pasal 27 ayat (3) Undang Undang Nomor 11Tahun 2008 tentang informasi dan transaksi Elektronik , sebagaimana telah diubah dengan undang-undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang perubahan atas undang-undang 11tahun 2008 tentang informasi dan transaksi Elektronik juncto pasal 310 dan 311,” Terangnya.

“Tuduhan yang yang disematkan pada klien kami”adalah tuduhan yang yang tidak benar, menggunakan data yang tidak akurat, seluruh tuduhan tersebut telah kami verifikasi dengan data yang ada,acuan kerja klien kami jelas dan dapat dipertanggung jawabkan,atas tuduhan tersebut telah pula kami crosscek dengan data yang ada, seluruh tuduhan dapat ditanggapi dan dijawab menggunakan tolak ukur yang jelas sehinggah berdasar pada analisa, sementara perbuatan yang dilakukan oleh akun Tipikornews channel memenuhi unsur pidana,namun tentunya lebih lanjut akan dilakukan pemeriksaan oleh pihak kepolisian,” tegas Mardiyantari. (Dh)

Facebook Comments