Media Diharap Gencarkan Program Ramah Perempuan Anak

  • Whatsapp

BANDARLAMPUNG – Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Provinsi Lampung mengajak media massa aktif bersama-sama menyosialisasikan isu
ramah perempuan dan anak.

“Aksi sosialisasi harus terus diupayakan dengan memperkuat sinergitas bersama media. Media memiliki peran penting untuk membantu menyelesaikannya,” jelas Kasi Partisipasi Masyarakat Imam Firdaus, dalam sebuah aksi sosialisasi yang digelar di Hotel Horison, Bandar Lampung, Kamis (22/8).

Imam Firdaus menyebutkan, isu kekerasan terhadap perempuan dan anak merupakan isu penting yang hingga kini belum terselesaikan.

“Ini harus terus kita upayakan untuk menyelesaikannya, media memiliki peran penting untuk membantu menyelesaikannya,” jelasnya.

Untuk itu lanjutnya, perlu dilakukan lebih banyak lagi kegiatan terkait peningkatan kualitas dan profesional wartawan dalam memberikan pemberitaan yang ramah terhadap perempuan dan anak.

Baca Juga :  Kasiren Korem 043/Gatam Buka Sosialisasi Penyusunan Pertanggung Jawaban Keuangan Dari BPKP Provinsi Lampung

“Tak bisa kita pungkiri, media merupakan salah satu pilar negara yang ikut membentuk dan berkontribusi untuk penuntasan kekerasan terhadap perempuan dan anak,” ungkapnya.

Lebih lanjut ia mengungkapkan, 1 dari 3 perempuan di Indonesia mengalami kekerasan fisik dan seksual.

“Itu hasil penelitian dari tahun 2016, yang dirilis pada tahun 2018 lalu, dan rata-rata pelakunya adalah orang-orang terdekat,” ujarnya.

Dirinya mengungkapkan, korban kekerasan tersebut rata-rata berusia 15 hingga 64 tahun.

“Kekeran itu bisa kekerasan fisik ataupun kekerasan seksual. Bisa juga sekaligus, kekerasan fisik dan seksual,” kata dia.

Berdasarkan hasil survei pengalaman hidup remaja dan anak nasional pada 2018, yang dirilis bulan mei 2019 lalu menunjukan prepalensi 2 dari 3 anak, usia 12 hingga 17 tahun, mengaku mengalami kekerasan. Baik kekerasan seksual, fisik maupun emosional, bisa jadi semuanya.

Baca Juga :  Kolonel Inf Romas Herlandes Ikuti Upacara Sertijab Danyonif 143/TWEJ

Sejauh ini, jelas Imam, Dinas PPPA Provinsi Lampung sudah memiliki sistem pencatatan dan pelaporan kekerasan terhadap perempuan dan anak, yang bersifat konten dan berintegrasi.

“Yang kami dapatkan, tercatat sebanyak 254 kasus, dengan total korban berjumlah 270,” tuturnya.

Kasi Partisipasi Masyarakat itu menyebutkan, dari 270 korban, 197 atau 73 persennya korbannya adalah anak-anak.

“Sisahnya, korbannya adalah perempuan dewasa,” tegasnya. (Uwi)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.