Masyarakat Minta Aktifitas Tambang Pasir PT. PJA di Tutup

  • Whatsapp

Pringsewu–Jalan sepanjang tujuh kilometer yang menghubungkan Pekon (Desa) Sumber Bandung, Kecamatan Pagelaran Utara hingga Pekon Banyumas, kecamatan Banyumas, Kabupaten Pringsewu, Provinsi Lampung rusak parah, senin (22/06/2020).

Kerusakan jalan yang di akibatkan oleh aktifitas kendaraan besar bermuatan pasir dikeluhkan oleh masyarakat sekitar dan pengguna jalan, dari informasi yang berhasil dihimpun oleh awak media kerusakan jalan tersebut disinyalir akibat aktifitas penambangan pasir oleh PT. Pringsewu Jaya Abadi (PJA) yang melakukan eksplorasi tambang pasir sekitar 22,5 Hektar di wilayah sumber bandung.

Selain itu PT PJA juga sudah memiliki 40 unit armada truck untuk mengangkut hasil tambang pasir dari lokasi menuju Sukoharjo I yang menjadi tempat pengepulan pasir, kerusakan parah jalan tersebut membuat masyarakat yang tinggal dan bermukim di Pekon Sumber Bandung dan Pekon lainnya, termasuk mereka yang tinggal di Pekon Banyumas, Kecamatan Banyumas, mengeluh dengan kerusakan tersebut.

Baca Juga :  Bawaslu Pesibar Ngopi "Ngobrol Pilkada" Bersama Pjs Bupati

Terkait permasalahan tersebut, aktifis yang juga pengiat lingkungan hidup Andreas Andoyo angkat bicara, “Sudah berkordinasi dengan kordinator masyarakat, para tokoh masyarakat setempat yang diketuai abdul rahman sudah melayangkan surat ke Bapak Presiden juga kapolri, seminggu yang lalu perihal aktifitas penambangan pasir pihak PT (PJA) yang diduga merugikan masyarakat pengguna jalan, Suratnya sudah kami layangkan seminggu yang lalu, tinggal menunggu saja”, ungkapnya

Lanjutnya Handoyo, sejauh ini masyarakat setempat, dibawah kordinator Abdul Rahman sudah melayangkan surat ke Pemerintah Pusat, agar ijin penambangan pasir PT. PJA ditutup “Sementara ini sudah 150 warga yang bertanda tangan, meminta izin perusahan tersebut di cabut “, Jelasnya.

Baca Juga :  Pjs. Bupati Pesisir Barat Hadiri Acara Bersama Tim Feasibilty Study Unila

Bentuk perhatian Pemerintah Daerah (Pemda), kata handoyo, tentunya mengkaji ulang terkait ijin penambangan pasir PT (PJA), Pasalnya bila penambangan tetap diteruskan artinya Pemda tidak memperhatikan keluhan masarakat, kerusakan jalan akan bertambah parah, jalan akan rusak lagi rusak lagi, yang rugi kan Pemerintah Daerah, ucapnya

Selain itu dampak dari kerusakan akibat adanya penambangan pasir, tidak hanya terletak pada rusaknya infrastruktur jalan semata, Tetapi yang lebih luas lagi adalah, rusaknya kawasan register 22 Way Waya, termasuk ekonomi masyarakat setempat.
Pihak-pihak terkait, jangan tutup mata atas dampak yang ditimbulkan, bantuan sabes untuk memperbaiki kerusakan jalan, tidak sebanding dengan kerusakan yang dirasakan oleh masyarakat”, tandas Andoyo.

Baca Juga :  Diklatsar Pra UKW AWPI Kota Metro, Menuju Jurnalis Profesional

Salah seorang tokoh masyarakat setempat yang berhasil dimintai tanggapannya menyebutkan, akibat kerusakan jalan yanga ada, tidak sedikit pengendara sepeda motor mengalami kecelakaan.

“Bahkan waktu itu, malah ada yang sempat patah tulang karena motornya nyungsep, Masyarakat disini resah dan merasa tidak nyaman, disamping juga karena polusi, apalagi saat musim kemarau debunya luar biasa”, tutur tokoh masyarakat tersebut. (her)

Facebook Comments