Masih Terbang Bebas, BALAK Akan Laporkan Penjamin Kakam EM

  • Whatsapp
Idris Abung, Koordinator Barisan Anak Lampung Analitik Keadilan (BALAK). Ist

Setelah hampir tiga Minggu lebih sejak Dilaporkannya Kasus EM Kepihak Kementrian Pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak, Komnas Anak, dan Mabes polri.

Perkembangan Kasus Pencabulan Anak dibawah umur yang dilakukan Edi Marjoko, Kepala Kampung/desa Mahabang Denteladas Tulangbawang belum memiliki titik terang.

Seperti yang diketahui meski kasus ini telah menarik perhatian banyak pihak tapi anehnya kasus ini belum mendapatkan perhatian khusus dari Aparat penegak hukum dan Kepala daerah Tulang Bawang Hingga Gubernur.

Ditemui di sekretariat bersama Forum Lampung Bergerak Idris Abung Koordinator Barisan Anak Lampung Analitik Keadilan (BALAK) mengatakan Jika Timnya Tetap memantau dan Mengikuti Perkembangan Kasus Ini.

” Terkait Kasus EM dari awal Kami Concern mengikuti jalannya kasus terlebih kasus Pedolifilia. Mulai Terjun kelapangan (Denteladas), melakukan Kritisi, Mendatangi Pihak Polres Tuba, Kejari dan menyurati pihak terkait di tingkat pusat, itu sebagai bukti nyata kami tidak main main,” katanya.

Baca Juga :  Seorang Ayah di Bandar Lampung Tega Lakukan Ini ke Anaknya

Pihaknya sangat mengapresiasi salah Satu Anggota DPRD Provinsi Lampung dari komisi I yang telah angkat bicara dan mendesak aparat penegak hukum untuk memberikan Tindakan Tegas kepada EM Kepala Kampung/desa Mahabang Denteladas .

Tapi lagi-lagi sepertinya Pihak Penegak Hukum Belum memperlihatkan keseriusannya dalam penanganan Kasus ini sebab, Beberapa hari yang lalu kami sudah mendengar kabar dari pihak yang berkompeten dan sumber-sumber informasi yang bisa kami percaya bahwa EM telah dipanggil oleh pihak Polda Lampung untuk memberikan klarifikasi tapi EM tidak memenuhi Panggilan Pihak Polda Lampung.

” jika Benar pihak Polda Lampung Telah dua kali memanggil EM dan dirinya tidak memenuhi panggilan semestinya selaku Aparat Penegak Hukum Memberikan ketegasan nyata, Agar kemudian diharapkan memunculkan banyak asumsi Spekulasi Pertanyaan negatif di tengah masyarakat,” Ungkap Idris Abung.

Baca Juga :  DPD AWPI Provinsi Lampung Resmi Tetapkan Agus Medi Plt AWPI Way Kanan

Lanjut Idris Abung Kasus EM ini menjadi contoh buramnya Wajah Keadilan dan menjadi Preseden buruk dalam penegakan supremasi hukum dalam penanganan Kasus Kekerasan Seksual anak di bawah umur, yang sudah masuk Dalam Kasus Klasifikasi Pedolifilia.

Dua hal yang Menjadi Sorotan kami pertama Bagaimana bisa ada dua LP Dugaan pencabulan anak di bawah umur di lakukan oleh EM di tingkat polres bisa mendapat penangguhan penahanan,Kedua adanya satu LP di tingkat Polda Lampung dua kali pemanggilan tapi tidak memenuhi panggilan.

jika memang EM tidak Bersalah pemanggilan pihak Polda Lampung semestinya EM harus bersikap kooperatif atas pemanggilannya, ketika EM tidak memenuhi pemanggilan Artinya telah Menyepelekan penegakan Supremasi hukum.

Baca Juga :  KAI Mulai Perbolehkan Anak di Bawah 12 Tahun Naik Kereta

“Hingga Saat ini kami Masih Menyelidiki benar Tidaknya selama ini bahwa EM sudah tidak lagi berada di Provinsi Lampung sedangkan EM masih Berstatus Mendapatkan Penangguhan Penahanan, jika benar EM sudah Tidak ada Dilampung dan dalam status nya mendapat penangguhan kami pastikan akan mengambil langkah hukum meminta pertanggung jawaban dari Penjamin EM ,” Ungkap Idris Abung. (red)

Pos terkait