Maraton Penyelidikan Dana BPUM Telah Menemukan Titik Terang

  • Whatsapp
Maraton Penyelidikan Dana BPUM Telah Menemukan Titik Terang

Lampung Utara – Maraton penyelidikan dugaan penggelapan Dana Bantuan Usaha Produktif Menengah (BPUM) yang melalui UMKM Mekar,yang di rialisasikan oleh Pemerintah Republik Indonesia melalui Bank Nasional Indonesia (BNI) pada tahun 2020 sampai tahun 2021.

Pada akhirnya, dari hasil penyelidikan di temukan bukti pemula oleh Kepolisian yang cukup kuat, mengarah ada perbuatan melanggar hukum sebagaimana di sebut dalam KUHP Pasal 372.

Maka, dari statusnya penyelidikan dalam perkara tersebut di tingkatkan ke tahap Penyidikan, oleh Kepolisian Resort Polres Lampung Utara,pada tanggal 22 Oktober 2021.

Peningkatan status penyidikan dalam dugaan penggelapan Dana BPUM – UMKM Mekar, di ketahui telah di terbitkan dalam Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyelidikan (SP2HP) Nomor : B/541/RES 1.11 /2021.Yang di berikan kepada Kuasa Pelapor/Korban.

Baca Juga :  Pemkab Lampura Gelar Sosialisasi SIKEPLU

Sebelumnya beberapa warga masyarakat Desa Mulang Maya Kecamatan Kotabumi Selatan, Kabupaten Lampung Utara, selaku penerima manfaat (Banpres RI) Bantuan Presiden Republik Indonesia, yang melalui BPUM UMKM Mekar dan melibatkan BNI Cabang Kotabumi Lampung Utara.

Datang ke Polres Lampung Utara melapor di dampingi oleh Kuasa Pelapor M.Gunadi, untuk meminta keadilan di mata hukum , atas peristiwa yang telah di alami puluhan korban selaku penerima manfaat Banpres BPUM, yang di rialisasikan Pemerintah Republik Indonesia.

Telah terjadi pemotongan dana bantuan senilai 400,(empat ratus ribu rupiah) dalam satu penerima manfaat,selanjutnya pada rialisasi bantuan tahap kedua, tidak juga di sampai selaku terduga, kepada penerima manfaat, oleh Ketua Kelompok masyarakat UMKM Mekar Desa Mulang Maya bernama Nurlaili (Nunung).

Baca Juga :  Pemkab Lampura Gelar Sosialisasi SIKEPLU

Nurmiyati, salah satu korban / pelapor mengatakan bahwa “Setelah mendapat surat dari penyidik Polres Lampung Utara, sangat merasa bangga, karena masih ada keadilan di dunia ini, untuk kami masyarakat yang lemah dan tak berdaya,” sebut korban pada media ini, Minggu (24/10/2021).

Nurmiyati juga berterimakasih dengan Tim DPC-LP3K-RI Lampung Utara,selaku Kuasa pendampingan kami dan mengawal laporan kami masyarakat, sehingga nanti oknum dapat merasakan jeruji besi,untuk menebus segala hasil dari perbuatannya sendiri,” pungkasnya (Deki).

Pos terkait