Mantan Ketua DPW PKB Lampung Tutup Usia

  • Whatsapp
Mantan Ketua DPW PKB Lampung, Musa Zainuddin tutup usia

Lampung – Innalilahi Wainnalilahi Rojiun, keluarga besar Nahdlatul Ulama Provinsi Lampung hari ini tengah berduka atas wafatnya Musa Zainuddin, 5 September 2021 di Rumah Sakit Edelweis, Bandung.

Ucapan belasungkawa pun berdatangan dari berbagai elemen, dari mulai masyarakat, insan Pers, tokoh pemuda, tokoh agama, tokoh adat, politisi hingga lingkaran pejabat daerah.

BM sapa akrab Musa Zainuddin terkhusus dikalangan NU, PMII dan partai PKB, beliau salah seorang politisi senior yang besar dari partai besutan Abdurahman Wahid yakni Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Sebelum aktif di panggung politik, karir Musa sudah dimulai sejak aktif didunia kampus dan banyak berkecimpung di dunia organisasi yakni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII).

Ia dikenal sebagai Aktivis gerakan yang kritis dimasa itu. Karir nya di dunia PMII Lampung tak diragukan, Beliau pernah menjabat sebagai Ketua Umum PMII Lampung tahun 1990-1991, Pengurus PB PMII 1992-1994, dimasa kepemimpinan Ketua Umum PB PMII Aminuddin Ma’ruf pada tahun 2014-2017 Musa Zainuddin ditunjuk sebagai Majelis Pembina Nasional (MABINAS) PB PMII.

Begitupun karir beliau di dunia politik cukup melesat, dari DPRD Provinsi Lampung 2 Periode hingga DPR RI.

Hari ini sosok Musa Zainuddin tinggal kenangan, dikalangan keluarga besar NU dan PMII beliau dikenal sebagai sosok pemerhati dan mengayomi.

Rasa kehilangan akan sosok Musa Zainuddin sangat dirasakan oleh para kader NU, PMII maupun PKB. Diantaranya diungkapkan oleh Hidir Ibrahim melalui akun sosial media miliknya. Dalam postingan nya Hidir mengatakan “Innalilahi Wainnalilahi Rojiun, Allohummaghfirlahu Warhamhu Wa Fu Anhu, waj alhu Min husnul khotimah. Alfateha, Selamat jalan abangku,” ungkap Hidir dalam postingan nya.

Selain itu ucapan belasungkawa juga membanjiri jagad sosial media dari berbagai kalangan. Semoga almarhum Musa Zainuddin bin Ahmad Zainuddin diberikan tempat yang selayak-layaknya di sisi Allah SWT. Amin.

“Terus Bergerak, Tidak Ada Yang Tidak Bisa Kita Lakukan, Kecuali Makan Kepala Sendiri” – Musa Zainuddin. (*)

Pos terkait