Mance, Desak Tindak Tegas Oknum Penghina Suku Menggala

  • Whatsapp

TULANGBAWANG – Mulutmu hariamau mu, artinya segala perkataan yang terlanjur kita keluarkan apabila tidak dipikirkan dahulu akan dapat merugikan diri sendiri, mungkin itu pribahasa yang tepat disematkan pada perilaku arogan, seorang anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Tulang Bawang Barat(Tubaba), dari fraksi Partai Gerakan Indonesia Raya(Gerindra, beberapa waktu yang lalu.

“Ucapan orang Menggala babu, jongos, dan kacungnya orangnya Pagar Dewa, menimbulkan reaksi keras terutama para tokoh menggala, baik tokoh adat, pemuda dan lainnya, seperti dari tokoh adat megouw pak Dr H Abdurahman Sarbini, SH MH, yang juga mantan Bupati dua periode Tulangbawang, yang juga telah berjasa memekarkan kabupaten Tulangbawang Barat dan Mesuji “.

Saya selaku putra asli Menggala sangat menyesalkan, atas perilaku yang sangat tak pantas dilontarkan oleh seorang oknum anggota dewan dari Partai Gerinda, menghina dan merendahkan mertabat kami warga menggala, dengan mengatakan jongos dan babu, bahkan mirisnya dilakukan didepan aparat kepolisian, secara tegas saya meminta kepada aparat kepolisian, untuk menegakkan hukum secara adil dan transparan, ga perlu takut, saya akan mengawal kasus ini, sampai dengan tuntas, Kata Mance sapaan akrabnya.

Baca Juga :  Menuai Senyum Warga Panti Asuhan, YBM PLN Salurkan Santunan

Lanjut Mance, Permasalahan ini jangan dianggap enteng, justru yang saya takutkan akan menimbulkan SARA, untuk itu sekali lagi saya mendesak kepada aparat kepolisian untuk mengambil langkah cepat pada penegakan hukum, Tegas Mance yang juga ketua DPW KPK Tipikor Lampung.

Senada dilontarkan Ketua DPD Asosiasi Wartawan Profesional Indonesia (AWPI) Lampung, Hengki A Jazuli, sebagai putra asli Menggala, saya ingin permaslahan ini segera dituntaskan, karena kami tak ingin ada perpecahan suku, karena Orang Lampung Itu satu, oleh sebab itu saya mendukung tokoh Megouw Pak untuk mendesak penegakan hukum dan penyelesaian secepatnya, tegas Hengki.

Seperti yang telah diberitakan oleh media, seorang anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Tulang Bawang Barat(Tubaba), dari fraksi Partai Gerakan Indonesia Raya(Gerindra, berperilaku aragon kepada Satlantas Polres Tulang Bawang (Tuba) yang sedang melaksanakan tugas rutin diwilayah kerja Polres Tuba, unit 6.

Baca Juga :  Ombudsman Lampung Soroti Pelayanan Vaksin C-19 dan Manajemen Limbah B3 di 3 Kabupaten

Hal tersebut terjadi, ketika seorang Satlantas Polres Tulang Bawang melakukan pemeriksaan kelengkapan surat menyurat kenderaan R4, yang dikemudikan oleh anggota DPRD yang berinisial (RD), mempertanyakan Surat Tanda Nomor Kenderaan Bermotor (STNKB)dan Surat Izin Mengemudi (SIM.

Bukan ia memberikan, dan dengan sombongnya anggota DPRD itu, membentak anggota Satlantas yang sedang bertugas, dengan berkata, berani kamu orang menilang, saya akan pindahkan tempat kamu orang bertugas, jangankan seperti kamu orang, Kapolres Tulang Bawang saja dapat saya pindahkan.

Tidak hanya sampai disitu saja, bukan hanya satu anggota Satlantas Tuba yang dimarahi oleh anggota DPDR (RD) salah satu Satlantas, yang menasehati agar jangan berperilaku seperti itu, tak luput dari kemarahannya.

Dengan sombongnya anggota DPRD (RD) mempertanyakan nama Satlantas tersebut, dan menghina orang Lampung Tulang Bawang yang tinggal di Menggala, dengan berkata, sepertinya kamu orang Lampung Menggala, kamu tau ga, kalau orang Menggala itu, babu, jongos, dan kacungnya orangnya Pagar Dewa, yang membuat beberapa anggota Satlantas bersama Kanit Lantas Polres Tuba, mempersilakan ia pergi, dengan tidak di tilang dan diberi sangsi.

Baca Juga :  PM-KUTA Gelar Aksi Damai di Halaman Kejati Lampung

Sementara itu, Ketua DPRD Tulang Bawang Barat, Ponco Kuncoro, mengatakan, bahwa ia baru mendengar kejadian seperti ini, sehubungan seluruh anggota DPRD baru saja di lantik, dan sedang melaksanakan kegiatan partai masing-masing, jadi tidak sering bertemu.

”Untuk sementara ini, saya akan berkordinasi dengan ketua fraksi Gerindra, selaku pimpinan di partai Gerindra, terkait dengan perilaku oknum anggota DPRD fraksi Gerindra, karena saat ini, Badan Kehormatan Dewan di Kabupaten Tulang Bawang Barat belum terbentuk, dengan ini, secepanya, kami akan melakukan pertemuan, membahas persoalan yang dapat memicu sara,”ungkap Ketua DPRD Tulang Bawang Barat.(*/red)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.