Lurah Tanjung Senang Terancam Pasal 18 UU Pers Tahun 1999

  • Whatsapp

Lampung Utara- Rombongan Pewarta dari berbagai Media Cetak dan Online terpaksa Gigit jari dan merasa terhalangi tugas jurnalisnya, saat hendak mewawancarai Lurah, terkait Program Pembangunan di Kelurahan Tanjung Seneng, Kecamatan Kotabumi Selatan, Kabupaten Lampung Utara,kamis(26/09/2019).

Kejadian bermula saat para Pewarta bertandang ke Kantor Kelurahan Tanjung Seneng, bermaksud Konfirmasi mengenai pemberitaan dari berbagai Media, yang memberitakan dugaan tidak transparanya pengelolaan Dana Kelurahan yang terkesan tanpa melalui musyawarah rencana pembangnunan kelurahan,(Musrenlur) sehingga banyak warga yang merasa tak terakomodir keinginannya.

Dalam bincang tertulis yang di lakukan pewarta, Sutejo, Lurah Tanjung Seneng yang di Dampingi oleh Didik, Ketua Tim pelaksana Kegiatan, mengatakan” Bahwa Program Kegiatan Dana Kelurahan Telah sesuai dengan kehendak masyarakat yang di tuangkan dalam pengajuan proposal kegiatan yang di harapkan warga melalui rembug dan musyawarah di tingkat Lingkungan, ujarnya.

Baca Juga :  HUT TNI AL Ke-76, Brigif 4 Mar/BS Lampung Gelar Baksos 'Marinir Peduli Marinir Berbagi'

Tambahnya lagi, kegiatan yang tidak terakomodir tahun ini akan di ajukan pada tahun depan, menunggu anggaran tahun berikutnya, jelas mereka.

Namun sangat di sayangkan, oleh para pewarta,entah dengan alasan apa, Lurah Sutejo melarang awak media membawa HP ke dalam ruanganya untuk mendokumentasikan semua tugas Jurnalistiknya,” Ini contoh Arogansi yang di tunjukan oknum pejabat Publik yang entah di karenakan pemberitaan yang di anggap menyudutkanya atau ada alasan lain, yang pasti ini telah mencederai kebebasan Pers” insiden ini juga dapat di artikan ketidak pahaman mereka tentang UU Pers, bahwa wartawan dalam menjalankan tugas jurnalisnya di lindungi oleh Undang-undang, dan wartawan juga mempunyai Hak untuk memperoleh informasi untuk kepentingan publik” dan harus di ingat juga” menghalang-halangi tugas wartawan, dapat di kategorikan Pidana, seperti yang diatur dalam pasal 4, pasal 8 dan pasal 18, UU Pers No.40 Tahun 1999, dengan ancaman pidana 2 tahun penjara (*)

Facebook Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.