Lukisan dari Ampas Kopi Bernilai Puluhan Juta Rupiah

  • Whatsapp
Pameran Lukisan saat perayaan hari Kopi Internasional di Lapangan Korem Garuda Hitam

Bandarlampung – Seorang seniman pelukis asal Gading Rejo, Pringsewu, Yulius dapat merubah ampas kopi menjadi sebuah karya seni yang bernilai tinggi, ia menuangkan ampas kopi menjadi sebuah lukisan-lukisan yang indah dan bernilai tinggi. Ia mulai menekuni seni tersebut sejak tahun 2007 dan telah banyak menghasilkan karya.

Yulius menjelaskan bahwa media utama karya lukisannya ialah dari ampas kopi kemudian ditambahkan dengan perekat (sejenis lem) agar dapat bertahan lebih lama.

“Semua lukisan yang kami hasilkan, media utamanya ampas kopi kemudian kita tambahkan penguat sehingga hasil karya yang kita hasilkan sejak 2007 hingga sekarang masih bertahan cukup baik,” Katanya kepada Haluan Lampung saat perayaan hari kopi Internasional di lapangan Garuda Hitam, Enggal, Bandar Lampung. Sabtu (02/10/2021) pagi

Baca Juga :  Tak Hanya di PTUN, Penggugat Akan Laporkan Indikasi Mafia Tanah HGU PT. HIM ke Polisi dan KPK

Di hari perayaan kopi Internasional tersebut, Yulius menunjukkan beberapa hasil karyanya, ada lukisan harimau, seni tari dan lain sebagainya. Ia menjelaskan bahwa semua jenis kopi bisa dijadikan sebagai media lukisan, namun untuk kebutuhan warna tertentu, ia memakai jenis kopi dengan warna yang berbeda-beda seperti warna brown, warna hitam dan warna kuning keemasan.

“Semua jenis ampas kopi bisa kita pakai, tapi untuk menghasilkan warna-warna tertentu memang kita harus bisa memilih warna kopi sesuai kebutuhan,”Jelasnya

Yulius melanjutkan, karyanya telah terjual dibeberapa daerah di provinsi Lampung, bahkan lebih banyak diluar provinsi Lampung. Tak hanya itu, beberapa karyanya juga pernah terjual diluar negeri.

“Kita pemasaran justru lebih banyak di Luar Lampung, kemudian juga ada beberapa karya yang terjual di luar negeri,” lanjutnya

Baca Juga :  Polres Balam Salurkan 286 Sembako ke Kaum Duafa, Yatim Piatu dan Warakauri Polri

Dari segi harga, Yulius menjelaskan bahwa harganya variatif, mulai harga ratusan ribu hingga puluhan juta rupiah. Sejauh ini, harga tertinggi yang pernah ia jual senilai 35 juta rupiah.

“Kita harga variasi, ada harga ratusan ribu hingga puluhan juta rupiah, harga yang paling tinggi pernah saya jual 35 juta, kalau temen itu ada pernah 99 juta,” jelasnya.

Ia berharap kedepan seni lukisan dari ampas kopi dapat dilestarikan dengan baik sehingga kedepan bisa menghasilkan karya-karya yang bernilai tinggi. (Tio)

Pos terkait