Lomba HUT RI ke-76 jadi Lomba Bertahan Hidup

  • Whatsapp
Ilustrasi

Masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4, 3, dan 2 diperpanjang terhitung sejak 10 hingga 16 Agustus 2021.

Perpanjangan tersebut diumumkan langsung oleh Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan sesuai arahan Presiden Joko Widodo pada Senin (9/8/2021).

Memperpanjang PPKM bahkan hampir pasti menjadi satu-satunya pilihan pemerintah mengingat masih tingginya angka penularan Covid-19.

Bila sampai 16 Agustus nanti angka penularan masih tinggi, maka pemerintah akan mengumumkan perpanjangan persis pada Hari Kemerdekaan RI yang ke 76 pada 17 Agustus 2021.

TNI Polri, dan sektor Pemerintah yang tergabung dalam Satuan Gugus Tugas COVID-19 di Bandarlampung kompak menutup jalan yang berada di pusat keramaian guna membatasi mobilitas masyarakat.

Baca Juga :  Kejati Lampung Janji "Buka-Bukaan" Soal Kasus KONI

Sementara masyarakat tengah sibuk memikirkan bagaimana cara bertahan hidup ditengah PPKM.

Mereka berlomba-lomba mengeruk berbagai potensi yang bisa dilakukan demi melanjutkan hidup keluarganya.

Santi (45) warga Way Halim yang sehari-hari berjualan makanan ringan dari rumahnya sendiri kini harus berinovasi menjajakan dagangannya dengan berkeliling di Pasar Way Halim yang justru memiliki resiko lebih besar terpapar Covid-19.

“Biasanya dirumah sudah cukup ramai tapi semenjak PPKM berkurang, sekarang harus berkeliling” Katanya.

Sementara itu, Ridho (22) mahasiswa tingkat akhir di Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Intan Lampung mengaku kesulitan melanjutkan skripsinya karena PPKM juga diterapkan dikampusnya. Semua pelayanan akademik ditutup tetapi Ia tetap harus membayar biaya semester (UKT).

Baca Juga :  Proyek Simsalabim Siapa Yang Punya, DPUPR Lampura Atau Bukan

“Tetep bayar UKT tapi skripsi gak kelar-kelar PPKM diperpanjang mulu” Katanya.

Masyarakat paling banyak mengeluhkan perubahan ekonomi yang menurun drastis akibat pandemi Covid-19 ini. Banyak sekali yang kehilangan pekerjaan dan kesulitan bertahan h

Terutama para pelaku usaha disektor makanan, banyak cafe, restoran dan rumah makan yang terpaksa gulung tikar karena sepi pembeli.  (Sela)

Pos terkait