Laporan Dugaan Pemotongan Dana PIP, Komis IV DPRD Way Kanan Gelar Hearing

Way Kanan – Sehubungan adanya laporan masyarakat yang tentang dugaan pemotongan dana Program Indonesia Pintar (PIP) oleh Kepala SMPN 01 Way Tuba, Komisi IV DPRD Way Kanan yang diketuai Sairul Sidiq, SH berinisiatif mengadakan Rapat Dengar Pendapat (Hearing) dengan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Way Kanan, Machiavelli HT, S.STP., M.Si., perwakilan Bank Rakyat Indonesia (BRI) KCP Blambangan Umpu, Kepala SMPN 01 Way Tuba dan perwakilan media (MOI) di Gedung DPRD Kabupaten Way, selasa (24/05/2022).

Dikutip dari pemberitaan sebelumnya oleh salah satu media, sejumlah wali/orang tua siswa penerima bantuan PIP di SMP Negeri 01 Way Tuba Kecamatan Way Tuba, tidak bisa mencairkan seluruh dana bantuan PIP sebagaimana tertera dalam buku rekening siswa penerima PIP.

Baca Juga :  Antisipasi Covid Varian Baru, BIN Dorong Giat Vaksinasi

Informasi terkait dengan jumlah dana PIP yang masuk ke siswa penerima diperoleh dari pemberitahuan pihak sekolah kepada siswa penerima.

Selanjutnya pihak siswa/wali/orang tua murid tidak dapat menarik sejumlah dana bantuan sebagaimana tertera dalam buku tabungan siswa. Yang menurut wali/orang tua siswa jumlahnya telah berkurang berdasarkan hasil cetak rekening buku tabungan dimaksud.

Wali/orang tua siswa penerima menduga dana bantuan itu telah diambil atau dipotong oleh pihak sekolah tanpa sepengetahuan pemilik siswa pemilik rekening.

Setelah mendengarkan laporan dari masyarakat dalam hal ini diwakili oleh rekan media MOI, pihak sekolah mengklarifikasi dan menjelaskan bahwa alur Pencairan dana PIP mulai dari data SK Penetapan Siswa penerima sampai dengan proses pencairan oleh bank penyalur, bahwa sekolah hanya menyampaikan informasi data siswa penerima kemudian untuk segera melengkapi persyaratan yang sudah ditentukan oleh pihak bank penyalur, setelah itu siswa dan wali membawa persyaratan ke Bank Penyalur untuk tahap pencairan.

Baca Juga :  Kadis Dikbud Way Kanan Keluarkan SE untuk Pelaksanaan PPDB

Dalam hal ini pihak sekolah menuturkan bahwasanya tidak pernah melakukan pencairan dana PIP tanpa sepengetahuan siswa pemilik rekening dan wali/orang tua. Kemudian Pihak Bank penyalur menjelaskan secara rinci proses alur pencairan Dana PIP tersebut dan Pihak Bank membenarkan proses pencairan yang dijelaskan oleh Pihak Sekolah.

Sementara itu Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Way Kanan, Machiavelli HT, S.STP., M.Si.,  mengatakan, bahwa hasil dari kegiatan hearing ini disimpulkan adanya kesalahpahaman antara pihak sekolah dengan laporan masyarakat dan setelah dijelaskan oleh sekolah dan dipertegas oleh pihak Bank Penyalur (BRI) maka kesalahpahaman antara pihak sekolah yaitu SMPN 1 Way Tuba dengan laporan masyarakat dapat terselesaikan.

Baca Juga :  Antisipasi Covid Varian Baru, BIN Dorong Giat Vaksinasi

“Dengan kejadian ini diharapkan kedepannya agar antara Masyarakat, Media, Pihak Sekolah, Bank Penyalur dan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Way Kanan dapat saling bersinergi, guna mensukseskan program pemerintah dari Kementerian Pendidikan yaitu Program Indonesia Pintar (PIP).” pungkas Machiavelli HT. (tim)

Pos terkait