Lapas Perempuan Kelas IIA Buka Rehabilitasi Narkotika

BANDARLAMPUNG- Lembaga Pemasyarakatan Perempuan Kelas IIA Bandarlampung membuka program rehabilitasi narkotika guna meningkatkan kehidupan sosial warga binaan.

“Keberhasilan rehabilitasi tidak hanya diukur dari berhentinya warga binaan dalam mengklonsumsi narkoba, namun kita juga perlu meningkatkan kehidupan sosial setiap individu melalui program rehabilitasi sosial,” ujar Kepala Divisi Pemasyarakatan Kanwil Lampung, Edi Kurniadi, di Bandarlampung, Senin.

Ia mengatakan, Lapas Perempuan menjadi salah satu UPT yang ditunjuk langsung untuk melakukan program rehabilitasi pada 2020, berdasarkan Surat Direktur Jenderal Pemasyarakatan Nomor PAS.PK.01.06.04 5 November 2019.

Kegiatan rehabilitasi narkotika akan dilaksanakan selama 180 hari yang dimulai sejak tanggal 13 Januari hingga 11 Juli 2020, dan diikuti oleh 100 orang warga binaan.

Baca Juga :  Sektor Ekonomi Terdampak Covid-19 Mulai Bangkit Menyerap Kredit

Menurutnya, keberhasilan kegiatan rehabilitasi sosial bagi warga binaan dapat dilihat melalui Indeks Kualitas Hidup warga binaan yang terus dipantau sejak awal hingga akhir program.

“Dalam 180 hari program rehabilitasi akan dimulai dengan program penilaian awal, serta evaluasi fisik dan psikiatri warga binaan, lalu 19 minggu melaksanakan program inti, dan 3 minggu selanjutnya merupakan penilaian akhir bagi warga binaan yang di rehabilitasi,” katanya.

Melalui pembukaan program rehabilitasi narkotika di Lembaga Pemasyarakatan Perempuan Kelas II A Bandarlampung warga binaan selain mendapatkan rehabilitasi juga dipersiapkan untuk kembali pada kehidupan sosial mereka.

“Pembukaan program rehabilitasi diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi narapidana agar di kemudian hari dapat kembali ke masyarakat dan bermanfaat bagi sekitar,” ujar Kepala Lapas Perempuan, Setyo Pratiwi. (ant)

Baca Juga :  Diperiksa Kejati, Ini Tanggapan Ketua SMSI Lampung

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.