Lampung No 5 Kekerasan Perempuan Dan Anak, BALAK: Diam Dengan Keadaan Ini, Mendiamkan Kehancuran Lampung

  • Whatsapp
BALAK

Masihkah adakah keseriusan Pemerintah Daerah Provinsi Lampung dan Aparat Penegak Hukum dalam Memberikan Rasa Aman dalam Melindungi Kaum Perempuan dan perlindungan Anak.

Elemen lembaga, Mahasiswa, Anggota DPRD Provinsi Lampung, semua sudah angkat Bicara

Hal yang mengejutkan adalah Berdasarkan Data Kekerasan Kaum Perempuan dan anak Lampung masuk dalam daerah no lima terbanyak Unsur kekerasan perempuan dan anak. Dalam kurun Waktu 2021 data yang terhimpun sebanyak 117 tindak kekerasan perempuan dan Anak .

Koordinator BALAK, Idris Abung pun dengan geramnya menyoal kemana pemerintah daerah, aparat penegak hukum Termasuk Komnas Perempuan dan Anak Provinsi Lampung. Menurutnya jika benar Lampung menjadi no 5 daerah paling banyak tingkat kekerasan Perempuan dan anak ini adalah sinyalemen buruk.

Baca Juga :  BALAK Nilai DPRD dan Bupati Lampura Tidak Serius Terkait Pemilihan Wabup

Secara hukum Undang-undang KUHP ,tatanan sosial dan Adat istiadat adakah yang memberikan kelonggaran Terhadap Pelaku kekerasan perempuan Dan Kekerasan seksual anak dibawah umur ” Piil Lampung Itu ada Di Wanita, Majunya Perempuan Lampung Mulia Lampung Ini Rusaknya Perempuan Lampung Rusak Semua tatanan Di daerah Lampung hal ini ada dalam beberapa kitab adat Lampung,”

“Masa Depan Anak Anak pun demikian mereka adalah penerus bangsa, bangsa yang hebat adalah bangsa yang mampu menjaga keturunan dan memberikan jaminan kesehatan, pendidikan dan hukum bagi generasi penerusnya,”

Secara hukum dan perundang-undangan pun sama ya, sebab sudah sangat jelas tidak ada tempat untuk pelaku Kekerasan pencabulan anak di bawah umur dalam kategori pedophilia.

Baca Juga :  BALAK Nilai DPRD dan Bupati Lampura Tidak Serius Terkait Pemilihan Wabup

“Kami Menilai Aparat kepolisian hari ini sangat lamban dan terkesan kurang serius dalam menangani kasus pencabulan anak di bawah umur terutama Kasus EM sehingga wajar saja jika banyak tanggapan miring terkait penyelesaian kasus ini,”

Sebab semua sudah mengetahui bahwa Terkait kasus EM ini sudah Dua LP di tingkat Polres Tuba tiba tiba Mendapatkan Penangguhan Penahanan, Satu LP di Polda Meski sudah dua kali panggilan EM mangkir dari panggilan Kepolisian. (*)

Pos terkait