Lagi di Sinyalir PTSL Tanjung Senang Jadi Ajang Pungli

  • Whatsapp

Lampung Utara,- Kelurahan Dan Pokmas Tanjung Seneng, Kecamatan Kotabumi Selatan, Kabupaten Lampung Utara (Lampura), disinyalir melakukan pungli PTSL, oknum yang berinisial MT dan Pn bersama kroninya di duga, menggunakan kewenanganya bersama (POKMAS) Kelompok masyarakat menarik biaya Kepada warganya yang mengikuti program PTSL dengan biaya di atas ketentuan yang nilainya mencapai 600.000, yang seharusnya ditarik biaya PTSL sesuai dengan Keputusan 3 menteri sesuai dengan zona sebesar Rp. 200.000 sayang pada prakteknya ditarik dengan ketentuan diatas dari keputusan tersebut, dengan dalih kesepakatan telah melalui rembuk warga, walaupun telah melanggar SKB tiga kementerian dalam hal biaya PTSL, jumat (18/10/2019).

Dengan rincian, biaya yang di tanggung warga senilai 200 ribu rupiah yang di peruntukan pembuatan patok batas tanah, yang di bebankan kepada warga pendaftar program dan bukan menjadi tanggung jawab pihak BPN Badan Pertanahan Nasional, murah dan terjangkau agar warga tidak terbeban dalam pelayanan, sesuai keputusan SKB tiga Kementerian, apabila ada pihak yang menarik biaya melebihi ketentuan maka dapat di anggap melakukan perbuatan melawan hukum dan di kategorikan (PUNGLI) pungutan liar,” Mirisnya hingga saat ini terkesan seperti pembiaran, entah diketahui atau tidak oleh aparat hukum, hingga keputusan Presiden dan Surat Keputusan tiga Kementerian di anggap hanya slogan oleh sang Oknum Lurah dan Pokmasnya.

Baca Juga :  Sukseskan Pembukaan MTQ ke-48, PLN Siapkan Pengamanan Pasokan Listrik Berlapis

Seperti Keterangan SB (seorang Tokoh) warga setempat pada menjelaskan pada media,” Pada tahun ini terdata kurang lebih 300 buku buat warga pendaftar dengan biaya yang di pungut sebesar 600.000 perbuku atau tiap warganya, belum termasuk warga yang lainya dengan jumlah keseluruhan mencapai ratusan Kepala keluarga”.

Persoalan besarnya Biaya yang di pungut dari ketentuan oleh Pokmas dan Lurah dalam pengajuan PTSL ini, sangat di Keluhkan oleh warga untuk itu kami meminta bantuan Kepada Lembaga Penggiat Anti Korupsi serta Awak Media yang ada di Lampung Utara, dan dalam waktu dekat kami juga akan melaporkan dugaan pungli ini ke aparat terkait, Jelas SB dengan nada Kesal.

Baca Juga :  Cegah Penyalahgunaan Senpi Oleh Anggota Polri, Kompolnas Kunjungi Polda Lampung

Ketika di minta Klarifikasi dan Konfirmasi oleh awak Media, Oknum Lurah Sutedjo dan (D) Ketua Pokmas, tidak juga memberikan jawaban sampai berita diterbitkan, meski berulang kali tim investigasi berusaha mementa keterangan dengan oknum terkait. (Tim)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.