Krakatau Shooting Club Minta Ko Ahan Serahkan Senpi ke Polda

  • Whatsapp
Foto Istimewa

Bandarlampung–Terkait kasus penembakan kapal nelayan yang dilakukan Handy Saputra alias Ko Ahan pemilik salah satu pulau di peraian pantai Way Ratai kabupaten Pesawaran beberapa waktu lalu, pengurus Krakatau Shooting Club binaaan Perbakin Lampung menggelar rapat mendadak.

Ketua Umum Krakatau Shooting Club binaaan Perbakin Lampung Basri Ferling alias Ko Alin menjelaskan pada wartawan melalui selulernya, berdasarkan hasil rapat pengurus, terdapat tiga poin yang diberikan kepada Ko Ahan, agar seluruh senjata api (Senpi) miliknya yang terdata Pengprov Perbakin Lampung diserahkan ke pihak Intel Polda Lampung.

”Kami minta agar semua senjata yang dimilik Ko Ahan segera diserahkan ke Intel Polda Lampung untuk digudangkan, kita tunggu besok penyerahan senjata api milik Ko Ahan di Polda Lampung,” kata Ko Alin, Rabu (9/9/20).

Ko Alin menyatakan, selain itu terkait penyalahgunaan senjata api, pengurus Krakatau Shooting Club juga membekukan keanggota Ko Ahan tanpa batas yang ditentukan.

”Kami juga meminta agar Ko Ahan mengambalikan kartu keanggotaan secepatnya,” kata Ko Alin.
Ia juga mendukung proses hukum kasus penembakan kapal nelayan dengan menggunakan peluru senjata tajam dilakukan anggota Krakatau Shooting Club yakni Ko Ahan, yang sedang dalam penyidikan Direktorat Polisi Air (Polairud) Polda Lampung.

Baca Juga :  Terkait PKH, Puluhan Emak Emak Sambangi Kantor AWPI Metro

”Kami mendukung dan menunggu hasil proses hukum penyidikan Direktorat Polairud Polda Lampung,” ungkapnya.
Sementara itu, wartawan mencoba mengkonfirmasi Ko Ahan, meski HP nya aktip, namun tidak diangkat. Pesan singkat yang dilayangkan juga tidak dibalas.

Seperti diberitakan sebelumnya, Polda Lampung terus mendalami kasus dugaan penembakan peluru senjata tajam terhadap perahu nelayan yang dilakukan warga negara keturunan yakni Handi Saputra alias Ko Ahan pemilik salah satu pulau di peraian pantai Way Ratai kabupaten Pesawaran beberapa waktu lalu.

Berdasarkan informasi, laporan kasus dugaan penembakan perahu nelayan yang dilakukan Handy Saputra alias Ko Ahan yang belakangan diketahui anggota Krakatau Shooting Club salah satu club binaan Perbakin Lampung, sempat ditangani Reskrim Umum Polda Lampung (Direskrimum) yang tertuang dalam laporan No STTLP/B-/1269/VIII/2020/LPG/SPKT Tanggal 28 Agustus 2020

Kemudian perkara tersebut dilimpahkan penyidikan ke Polisi Air (Polairud) Polda Lampung untuk diproses sesuai hukum berlaku, mengingat tempat kejadian diperairan pantai Way Ratai Kabupetan Pesawaran, tragedi penembakan perahu nelayan yang saat itu sedang mencari ikan di dekat salah pulau di pantai Way Ratai milik Ko Ahan.

Baca Juga :  PMI dan Misi Kemanusiaan di Masa Pandemi

Diduga penembak tersebut menggunakan senjata dengan peluru tajam yang dapat membahayakan nelayan maupun masyarakat .

”Ya benar ada laporan penembakan perahu nelayan, penanganannya saaat ini di limpahkan ke Polairud Polda Lampung,” kata Kombes Pol. Muslimin Direskrim umum (Direskrimum) Polda Lampung, Selasa (8/9/2020).

Sementara itu, Dir Polairud Polda Lampung Kombes Pol. Sis Mulyono membenarkan telah menerima pelimpahkan berkas perkara kasus penembakan perahu nelayan di peraian pantai Way Ratai Pesawaran,”Ya benar, kemarin berkas laporan perkara kasus penembakan perahu nelayan telah diterima dari pelimpahan Direskrimum Polda Lampung,” katanya.

Ia mengatakan, untuk menindaklanjuti pelimpahan berkas pekara tersebut, Polairud akan terlebih dahulu menggelar perkara untuk menentukan pemanggilan terhadap pihak pihak baik saksi maupun pelapor untuk di mintai keterangan terkait adanya laporan kasus penembakan perahu nelayan di perairan way ratai Pesawaran.

”Kita akan tidaklanjuti perekara tersebut, saat ini kami masih menggelar perkara. Selanjutnya dalam tiga hari kedepan kita akan panggil saksi-saksi maupun pelapor untuk dimintai ketarangan,” ujarnya.
Mantan Ka SPN Kemiling ini belum bisa memparkan lebih lanjut mengenai kejadian penembakan tersebut, namun membenarkan adanya laporan penembakan tersebut.

”Saat ini kami belum bisa memaparkan lebih dalam perkara penembakan ini, kita tunggu aja setalah memeriksa saksi saki dan pelapor,” ungkapnya.

Baca Juga :  Kantor Desa Sukalaksana Kibarkan Bendera Merah Putih Robek

Menyikapi adanya salah satu anggota Club binaan perbakin menyalahgunakan peruntukan senjata api dengan cara menembakin perahu nelayan yang saat ini perkaranya tengah ditangani Polairud Polda Lampung.

Sekertaris umum Perbakin Ko Rudi, menyerahkan sepenuhnya proses hukum dan penegakan disiplin penggunaaan senjata api dalam perkara laporan penembakan terhadap perahu nelayan yang diduga dilakukan salah satu anggota Club perbakin ke pihak berwajib, serta komisi dispilin Perbakin Lampung.

”Kita serahkan perkara hukumnya ke Polda Lampung, mengenai disiplin penggunaan senjata yang menentukan komisi disiplin Perbakin Lampung,” kata Rudi usai menggelar rapat Perbakin Lampung di lapangan tembak Sukarame, Selasa (8/9/20).

Sementara itu anggota Disiplin Perbakin Lampung Antoni menyatakan, masih menunggu proses hukum yang ditangani Polda Lampung, jika terbukti bersalah menyalahgunakan senjata api tentunya ada penegakan disiplin dalam anggota Perbakin.

”Kalau pencabutan izin dan penyitaan senjata api tentunya pihak kepolisian khususnya Intel Polda Lampung, dan jika ada anggota Perbakin Lampung terbukti menyalahgunakan senjata api, tentunya ada penegakan disiplin, yakni pembekuan angota perbakin,” ungkapnya. (Adien)

Facebook Comments