Komisi III Way Kanan Tinjau Proyek Asal Jadi

  • Whatsapp

WAYKANAN- Komisi III DPRD Way Kanan dan Dinas Pekerjaan Umum (PU) Way Kanan meninjau proyek lapen di Kampung Sumber Sari, Selasa (5/11). Proyek bersumber dari APBD Way Kanan 2019 itu lantaran warga menilai proyek itu tak sesuai dengan standar pekerjaan.
Peninjauan dilakukan Ketua Komisi III Tukiman dan Sekretaris Hamim Akbar bersama beberapa anggota di antaranya Muharis, Mulyadi, dan Nyoman Karinu, sementara dari Dinas PU Waykanan hadir Sekretaris Romi ferizal, Kabid Bina Marga Anggra, Beserta pengawas .
Turunnya Komisi III dan Dinas PU Way Kanan sehubungan viralnya rekaman Video di medsos sehari sebelumnya, dimana masyarakat Kampung Sumber Sari menyoalkan kualitas lapen yang sedang dikerjakan pemborong sebanyak 300 meter dari total volume 1.200 meter tak sesuai aturan. Terlihat hamparan batu-batu berserakan tak menempel satu sama lain karna kurangnya aspal yang ditaburkan.
Selain itu dibeberapa bagian tidak terlihat adanya pengupasan lahan dan langsung ditaburi batu 1 x 2 dan tidak ada batu ukuran 3 x 5, dan dibagian lain tidak ada pembersihan sisi kanan kiri jalan yang ditumbuhi rumput.
Masyarakat menuntut agar pihak rekanan melakukan kerja ulang dari awal yang mengacu sesuai kontrak, dan minta kepada Dinas PU melakukan pengawasan secara seksama.
Di hadapan masyarakat Sumber Sari dan Dinas PU, Sekretaris Komisi III, Hamim Akbar, meminta agar dinas PU menegur pemborong yang melaksanakan pekerjaan tersebut.
“Saya lihat beberapa bagian tak ada batu 35 , langsung pake batu 12 siram aspal langsung dikasih abu batu.” kata Hamim.
Selain itu menurutnya, jika ada tanah, harus dikupas supaya batu dan aspal bisa terikat satu sama lain. Pembersihan sisi kiri kanan jalan juga tidak dilakukan. Hamim melihat masih banyak ditumbuhi rerumputan.
“Pemborong harus membersihkan terlebih dahulu barang itu, kan ada dalam RAB biasanya,” beber Hamim.
Sementara Sekretaris Dinas PU setempat, Romi Ferizal, mengatakan, pihaknya sudah melaksanakan pengawasan sesuai prosedur yang berlaku.
“Berdasarkan temuan pengawas dilapangan kita sudah pernah melayangkan tegoran tahap satu kepada pihak pemborong untuk memperbaiki pekerjaan dilapangan,” kata Romi.
Dia mengungkapkan, pihaknya telah memanggil pemborong untuk kerja ulang dari 300 meter pekerjaan yang sudah dianggap selesai oleh pemborong, yakni menambah batu sesuai dengan RAB dan penyiraman aspal kembali sementara sisanya 900 meter agar dapat dikerjakan sesuai aturan yang sudah disepakati dalam kontrak.
“Kita sudah panggil kontraktornya dan mereka sepakat melakukan perbaikan dan kerja sesuai aturan kontrak,” paparnya.
Romi mengatakan proyek ini masih dalam tahap bekerja belum sampai pada FHO.
“Ini ialah dinamika suatu pekerjaan dan apa yang dilakukan masyarakat juga sama dengan yang dilakukan Dinas PU. Dan kontraktor masih bisa memperbaiki kekurangan kekurangan dalam pekerjaan yang sedang berjalan,” ucapnya.
Dibagian lain, ia juga mengapresiasi masyarakat Sumber Sari selaku penerima manfaat yang dengan antusias memberikan masukan sehingga nantinya jalan tersebut setelah dibangun akan jadi jalan yang memiliki kualitas dan tak cepat rusak. (eza)

Facebook Comments
Baca Juga :  BAIN-HAM RI Harap Para Cakades Bebas dari Narkoba

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.