Kisruh Program BPNT, Kakam Ancam Pemilik E-Warung

  • Whatsapp
Ilustrasi

Gunung Labuhan – Mulai ada intimidasi dan keributan untuk Program Sembako/Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT) sebesar Rp 200.000.- perkepala keluarga penerima manfaat yang mulai dicairkan minggu ini.

Salah satu Agen E Warung di Kampung Tiuh Balak II Kecamatan Gunung Labuhan merasa diancam oleh Kepala Kampung yang mendatangi dirinya beserta pamong kampung lainnya.

Sebut saja BH yang merupakan salah satu E Warung yang ditunjuk oleh Bank yang sudah berjalan beberapa tahun ini diminta oleh Kakam Tiuh Balak II Kecamatan Gunung Labuhan untuk mundur mengurusi E Warung nya.

Alasan kakam ini meyuruh mundur karena ada agen baru yang akan menggantikan E Warungnya dan pengantinya sudah buat rekening di Bank.Karena selama ini agen yang lama yang sudah jadi mitra PT MJM tidak pernah ada kontribusi ke Kampung atau istilahnya Fee.

Baca Juga :  Aplikasi SIARIL UIN Lampung Dinilai "GAGAL" Hingga Menuai Misteri

Bahkan Kakam ini merincikan berapa keuntungan PT MJM sebagai Mitra E Warung , dari 200 Ribu keuntungan PT MJN sebesar Rp 47.000. Untuk E Warung punya keuntungàn Rp 8000 setiap Keluarga Penerima Bantuan.

“Saya di suruh berhenti dan akan digantikan sama An agen baru, katanya pak Kepala Kampung agen baru in sudah buka Rekening di Bank dan saya hanya diberikan kewenangan untuk pembagian beras PKH saja,” ujarnya.

Lanjut di rekeman ini Habibie mengatakan dia mengiyakan saja karena dirinya gak suka berdebat.
“Terserah Pak Kakam tapi saya ini ikut dengan kontrak dan aturan serta prosedur yang ada, khan kontrak saya sama pendamping dan Bank yang di tunjuk,” Jelasnya. Tapi malah kepala Kampung berkata lagi,” Saya kan raja, gak ada yang bisa menolak perintah saya,” tegasnya.

Baca Juga :  Bank Lampung Dukung Galeri Dekranasda Hadir di Dermaga Eksekutif Pelabuhan Bakauheni 

Masalah Program Sembako/Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT) sebesar Rp 200 Ribu yang harus dibelikan barang sembako di Agen E Warung yang sudah ditunjuk oleh Bank penyalur saat ini menjadi ladang perebutan oleh kelompok-kelompok tertentu untuk menjadi suppliyer barang.

Tentunya dari hitungan Kepala Kampung Tiuh Balak II Kecamatan Gunung Labuhan untuk keuntungan bagi peyedia barang E Warung setiap paketnya bisa sampai 25 % .Selain itu juga ada pembagian keuntungan yang akan dibagikan kepada E Warung Rp 8.000, Petugas pendata Rp 2.000 dan Kepala Kampung Rp 5.000.

Bayangkan betapa banyak keuntungan supplier E Warung yang didapatkan,pasti akan menpengaruhi kualitas barang. Dan berapa banyak uang yang mengalir ke Aparat Kampung dan E Warung, ini belum ada namanya koordinatornya.Jangan sampai bantuan untuk orang tidak manpu di manfaatkan untuk mengeruk keuntungan bagi Supplier, sehingga barang yang diberikan berkualitas dibawah standar. (*)

Baca Juga :  Kasrem 043/Gatam Bersama Prajurit dan PNS Jaga Kebugaran dengan Berolahraga

Pos terkait