Ketua LIRA Disability Care Sampaikan Surat Terbuka ke Presiden

Surabaya – Ketua umum Dewan pengurus pusat LIRA Disability Care (LDC) Abdul Majid,SE. menyampaikan surat terbuka kepada presiden republic Indonesia Joko Widodo (JOKOWI) pada perayaan Hari anak nasional yang diperingati setiap tanggal 23 juli.

Hal ini seperti apa yang ditulis oleh Abdul Majid yang juga seorang penyandang disabilitas sensorik netra dalam surat terbukanya yang disampaikan kepada orang nomor satu di republic Indonesia itu.

Surat Terbuka
Kepada yang terhormat Bapak Ir. H. Joko Widodo, Presiden Republik Indonesia.
Assalamualaikum warohmatullohiwabarokatuh, salam Indonesia inklusif.
Pada hari ini, sabtu 23 Juli 2022 bertepatan dengan peringatan hari anak nasional. Mewakili para orang tua yang mempunyai anak berkebutuhan khusus, aktivis organisasi penyandang disabilitas, dan aktivis peduli anak di Indonesia
Ijinkan saya menyampaikan pokok-pokok pikiran dan beberapa rekomendasi khusus kepada Bapak presiden untuk menjadikan momentum hari anak nasional tahun 2022 sebagai upaya percepatan untuk mewujudkan penghormatan, perlindungan, dan pemenuhan hak-hak anak-anak penyandang disabilitas di Indonesia.
Pertama, sebagai NGO yang berfokus untuk memberikan advokasi kepada penyandang disabilitas. Kami mendukung sepenuh hati langka Bapak presiden yang tertuang dalam pesan peringatan hari anak nasional 2022 bahwa “seluruh masyarakat, terutama orang tua, dapat melindungi hak anak-anak Indonesia”.
Kedua, Menurut data dari Sistem Informasi Online Perlindungan Perempuan dan Anak, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) disebutkan kasus kekerasan terhadap anak di Indonesia masih tinggi.
Berdasarkan data BPS dalam Profil Anak Indonesia pada 2020, diketahui ada sekitar 0,79 persen atau 650ribu anak penyandang disabilitas dari 84,4 juta anak Indonesia. Hingga 30 Maret 2021, diketahui sebanyak 110 anak penyandang disabilitas dari total 1.355 anak korban mengalami kekerasan (Sistem Informasi Online Perlindungan Perempuan dan Anak, 2021). Hasil Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) BPS pada 2019 juga menunjukan ada sebanyak 13,5% anak belum pernah sekolah dan 9,58% tidak lagi bersekolah.
Ketiga, pada momentum hari anak nasional 2022 ini. secara khusus kami meminta Bapak presiden untuk mengotimalkan kinerja para menteri, lembaga negara, apparat penegak hukum untuk benar-benar bekerja secara baik sesuai tugas dan fungsinya sebagai upaya memberikan penghormatan, perlindungan dan pemenuhan hak-hak anak khususnya anak penyandang disabilitas.
Demikian surat terbuka ini kami sampaikan. Semoga sinergi yang baik antara pemerintah, apparat penegak hukum, orang tua, dan masyarakat dapat melindungi masa depan anak-anak di Indonesia lebih cemerlang dan berprestasi.
Selamat hari anak nasional 2022 dan salam Indonesia inklusif. (Tim)

Pos terkait