Ketua JPKP Tanjungpinang Harap “Pelukan Mesra” Wali Kota Rahma dan Ketua DPRD Tak Pengaruhi Hak Angket TPP

  • Whatsapp
Ketua J.P.K.P Tanjungpinang, Adiya Prama Rivaldi

Tanjungpinang – Jaringan Pengawas Kebijakan Pemerintah (J.P.K.P) Kota Tanjungpinang berharap “pelukan mesra” antara Wali Kota Rahma dengan Ketua DPRD setempat, Yuniarni Pustoko Weni tidak mempengaruhi hak angket tunjangan Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP).

Ketua J.P.K.P Tanjungpinang, Adiya Prama Rivaldi, di Tanjungpinang, Sabtu (13/11/2021) mengaku senang melihat kedua pemimpin daerah itu akur. Wajar Weni dan Rahma berpelukan lantaran keduanya jarang ketemu, meski kedua lembaga yang mereka pimpin merupakan mitra kerja.

“Dalam berbagai kesempatan, di media massa, Weni ‘kan sering mengeluh sulitnya menghadirkan Rahma dalam rapat di DPRD, termasuk rapat paripurna interpelasi TPP. Jadi wajar kalau kelihatan mereka ketemu saling berpelukan,” katanya.

Namun, ia mengingatkan bahwa keharmonisan antara kedua tokoh perempuan tidak menghentikan penggunaan hak angket yang sempat bergaung. Karena hak angket itu sebagai upaya untuk mendalami tunjangan TPP yang diduga diterima Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tanjungpinang sehingga merugikan keuangan daerah.

Baca Juga :  Lanud RHF memeriahkan Pameran Temporer di Museum Sultan Sulaiman Badrul Alamsyah

Dari permasalahan itu jelas tergambar bila DPRD Tanjungpinang wajar menggunakan hak angket, apalagi kasus itu sedang diselidiki pihak Kejati Kepri.

“Kami berharap tidak ada upaya menggeser substansi permasalahan sehingga ‘clear’, saya pikir kasus itu bukan urusan personal antar pimpinan lembaga, melainkan penegakan hukum karena berhubungan dengan penggunaan uang rakyat,” tegas Adiya, yang belum lama ini melaporkan kasus itu di Kejati Kepri. (*)

Pos terkait