Ketua Gapoktan Karya Baru Kecewa Pernyataan Kadishut Provinsi sebut Kekerasan “Manusiawi”

  • Whatsapp
Ketua Gapoktan Karya Baru, Iswandi dan para petani kopi tunjukkan SK pemberian izin berusaha pemanfaatan hutan kawasan

Lampung Utara – Iswandi, Ketua gabungan kelompok tani (Gapoktan) Karya Baru di Desa Suka Mulya Kecamatan Tanjung Raja Kabupaten Lampung Utara Provinsi Lampung. merasa kecewa dengan pernyataan Yayan Ruchyansyah Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Lampung, terkait dengan dugaan Pemerasan disertai kekerasan dari Oknum Polhut pada peristiwa yang dialami oleh puluhan masyarakat petani kopi selaku korban.

Berita sebelumnya Yayan menyebutkan bahwa jika ada pemukulan itu soal biasa, kita ini “Manusiawi” seperti pemberitaan yang di lansir oleh beberapa media pada hari Kamis, (05/08)

Iswandi (Iwan) Mengatakan apa yang di sampaikan oleh Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Lampung tidak bermasalah.

“tapi jujur meski hal itu menurut kadis kehutanan soal biasa menurut kami sangat luar bias dan kami sangat tersinggung atas apa yang disampaikan Yayan Kalau memang pemukulan itu soal biasa maka saya juga mau mukul orang tampa ada sanksi hukumnya, kira-kira ada tidak orang Polhut yang mau kami pukul , ” kata Iwan mewakili puluhan petani kopi selaku korban atas peristiwa pemerasan disertai kekerasan oleh oknum Polisi Kehutanan (Polhut) Jumat, ( 06/ 08/ 2021)

Baca Juga :  MTM Lampung Laporkan Proyek APBN Bermasalah ke Polisi

Ia juga sudah mendengar anggota Polhut dibawah Kemando Subhan Andika mau melakukan sweeping di kawasan.

“Kami selama ini diam tidak pernah kami mengeluh dan mengadu namun sikap yang ditunjukkan Kelapa Dinas Kehutanan tidak Independen ,seakan- akan ada kepihakan dan tidak ada sedikitpun pembelaan untuk kami masyarakat miskin, kami tentunya sangat terpukul sekali perasaan kami, maka kami juga akan putuskan untuk mengambil sikap dengan cara kami sendiri juga ,” jelas Iwan.

“kami mengundang stasiun TV Nasional seperti TVRI dan Indosiar untuk meliput kami masyarakat yang ada hutan kawasan dan surat Izin Surat Keputusan Menteri akan kami sobek-sobek, berarti kertas ini hanya bualan belaka dan tidak mempunyai nilai untuk Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Lampung, ” tandasnya. (Tim/red)

Facebook Comments