Ketua DPC Organda Kota Bekasi Menjalani Sidang Perdana

  • Whatsapp

Bekasi – Ketua Organisasi Angkutan Darat (Organda) Kota Bekasi, Amat Juaini (48) menjalani sidang perdana atas dugaan penipuan calon tenaga kerja kontrak di Dinas perhubungan ( TKK Dishub) pada hari, Senin(7/9/2020) pukul 10.30 Wib di ruang Tirta lantai dua Pengadilan Negeri (PN) Bekasi.

Sidang di pimpin oleh Majelis Hakim Togi Pardede SH, Amat Juaini di dampingi oleh dua orang penasehat hukum nya, RM.Purwadi Saputra SH.MH dan Iwan Saputra SH, berlangsung singkat karena hanya berisi kan mateti pembacaan dakwaan oleh Jaksa Penuntu Umum (JPU) Darsiah SH.

Sebelum membacakan dakwaan terlebih dahulu Majelis Hakim memeriksa identitas (KTA) ke dua penasehat hukum Amat Juaini.

Baca Juga :  Viral Video Kades Sukaindah Bersama Aparatur Desa Asyik Berjoget Bersama Tanpa Mematuhi Protokol Kesehatan

Setelah di nyatakan layak untuk mengikuti sidang. di lanjutkan oleh majelis memberikan pertanyaan kepada JPU “kenapa terdakwa AJ tidak di tahan ”

JPU menjawab sesuai yang tertuang dalam KUHP, terdakwa tidak akan mengulangi perbuatan nya, tidak menghilangkan barang bukti dan kooperatif dalam pemeriksaan sebelum nya,” terang JPU

Lalu majelis bertanya kepada terdakwa AJ “kenapa saudara tidak di tahan?”

Terdakwa menjawab saya selaku ketua Organda kota bekasi mempunyai tanggung jawab kepada pemerintah untuk mengurus angkutan darat di kota bekasi,”jawab AJ.

Dalam dakwaan yang di bacakan jaksa penuntut umum, AJ didakwa dengan pasal 378 KUHP dan pasal 372 KUHP.
Usai pembacaan dakwaan, Majelis hakim menutup sidang dan memutuskan sidang akan dilanjutkan pada hari senin,(14/9/2020).

Baca Juga :  Viral Video Kades Sukaindah Bersama Aparatur Desa Asyik Berjoget Bersama Tanpa Mematuhi Protokol Kesehatan

RM.Purwadi Saputra SH.MH yang juga sebagai kepala Divisi hukum AWPI Dewan Pimpinan Cabang Kota Bekasi mengatakan, pihak nya akan mengajukan eksepsi atas dakwaan yang telah di bacakan.

“Kami selaku penasehat hukum memahami dakwaan tersebut, sehingga kami akan mengajukan ekspensi,”ucap nya kepada haluanindonesia.co.id.

Tambah RM.Purwadi, “selain itu pihaknya juga akan mengajukan penangguhan penahanan terdakwa AJ, karena saat ini status dan kewenangan penahanan ada pada majelis hakim,” pungkas nya. (Jerry)

Facebook Comments