Kemiskinan Way Kanan Turun Tiap Tahun

  • Whatsapp

WAY KANAN- Angka kemiskinan di Kabupaten Way Kanan menurun setiap tahun. Jumlah penurunan penduduk miskin itu berdasarkan data Bappeda setempat dan hasil rilis Badan Pusat Statistik (BPS).

Berdasarkan basis data terpadu Bappeda Way Kanan menyebutkan, tahun 2018 untuk jumlah orang miskin sebanyak 13,52 persen. Sedangkan, hasil rilis BPS bahwa angka kemiskinan Waykanan tahun 2014 sebanyak 15,03%, tahun 2015 (14,61%), tahun 2016 (14,58%), tahun 2017 (14,06%), dan tahun 2018 (13,52%).

Hal ini ditegaskan Wakil Bupati Way Kanan, Edward Anthoni, saat jumpa pers dengan para wartawan di Aula PKK setempat, Senin (9/12).

Dia mengungkapkan, Waykanan setiap tahunnya alami penurunan jumlah orang miskin dan tak bertambah. Untuk tahun 2018 ini jumlah orang miskin Way Kanan sebanyak, 64.797 jiwa, jika presentasi 13,52% x 478.604 = 64.707 jiwa warga yang masih miskin di Way Kanan.

Baca Juga :  Pengurus Pobsi Bandar Lampung Masa Bhakti 2021-2025 Segera dikukuhkan

Sedangkan untuk warga miskin Way Kanan yang terdaftar sebagai anggota PKH yang sudah ada 34.792 jiwa awal 2019, hasil verifikasi dan validasi akhir 2019 untuk memasukkan warga miskin dalam PKH baru sebanyak 19.419 jiwa.

“Sehingga jika penambahan hasil verifikasi dan validasi dengan yang lama jadi 54.211 jiwa warga miskin Waykanan itu akan jadi anggota PKH, jika dilihat angka kemiskinan 13,52% (64.707), dan sudah terdata untuk PKH 54.211 jiwa, maka masih ada warga miskin Waykanan itu yang harus di data lagi kedepannya,” katanya.

Kepala Bappeda Way Kanan Rudi Joko menjelaskan, verifikasi dan validasi adalah perintah pusat, sebab masih banyak keluhan dan informasi bahwa terdapat warga miskin yang belum mendapatkan program PKH.

Baca Juga :  Resmi jadi Ketua DPD AWPI Lampung, Refky Akan Jadikan AWPI Organisasi yang Kompeten

Kategori miskin menurut Rudi, ialah masyarakat yang berpenghasilan rata-rata Rp333.000/ bulan. Ini jadi ruang sasaran dalam pendataan yang akan diikutkan dalam program PKH. Tujuannya, mengurangi jumlah orang miskin di Way Kanan, dengan cara memberikan bantuan dan pelatihan serta ketrampilan, untuk digunakan dalam mendongkrak perekonomian keluarga.

Diakui Edward Anthoni dan Rudi Joko, kalau untuk Rumah Tangga Miskin mengalami kenaikan tapi untuk masyarakat miskinnya sangat berkurang. Dicontohkan Edward dan Rudi, sebuah keluarga memiliki 4 anak, yang telah menikah, kesemuanya diambil orang yang berasal dari kelurga miskin, maka untuk rumah tangga miskinnya bertambah 4. Jadi keseluruhannya jadi 5, dengan orangtuanya.

“Jadi yang bertambah adalah jumlah rumah tangga miskin, bukan masyarakat,” jelasnya. (yon)

Facebook Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.