Kemenag Kota Bekasi Menghimbau Masyarakat Lebih Teliti Setelah Menerima Akta Nikah

  • Whatsapp

BEKASI – Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Bekasi menanggapi perihal pemberitaan dugaan pemalsuan syarat pembuatan akte nikah nomor.607.92.VII.1998 yang diterbitkan oleh Kantor Urusan Agama (KUA) Cibitung, Kabupaten Bekasi.

Humas Kemenag kota Bekasi, Raden Deden TR, saat di konfirmasi oleh awak media di ruang kerjanya, Rabu, (21/4). menyimpulkan, bila domisili mempelai wanita beralamat di Batu ampar, Jakarta Timur dan mempelai pria di wilayah Rawalumbu, Kota Bekasi, seharusnya dengan meminta surat rekomendasi Kelurahan maupun KUA domisili pria maka bisa terbit akte nikah yang benar teregister di Batu Ampar Jakarta Timur.

“Tapi kalau surat nikahnya terbit di daerah lain berarti perlu dicurigai 99 % Bodong. Jika Akta tersebut teregistrasi disinyalir ada dugaan oknum bermain,” katanya.

Baca Juga :  Walikota Bekasi Tinjau Warga yang Menjalani Isoman di Rumah

Menurutnya, mengenai ada dugaan pemalsuan status dan domisili dalam syarat perkawinan itu bukan ranah Kemenag.

“Kewenangan kita hanya mengenai pengeluaran surat nikahnya,” pungkasnya.

Raden Deden TR menghimbau kepada pemohon setelah menerima Akta Nikah sebaik nya di legalisir di Kantor Urusan Agama (KUA) yang menerbitkan,” imbuh nya.

Sebelumnya, Christina Razak menduga ada pemalsuan persyaratan akte nikah nomor.607.92.VII.1998 yang diterbitkan oleh Kantor Urusan Agama (KUA) Cibitung, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat yang dilakukan Suwondo, mantan suaminya.

Diketahui saat ini Christina sedang dalam proses gugatan harta gono-gini di Pengadilan Agama Kota Bekasi nomor perkara.1254/Pdt.G/2021/PA/Bks.

Perlu di ketahui, dari hasil pernikahan Suwondo dan Christina Razak telah di karunia 2 orang anak yang masih membutuh kan biaya. (Jerry)

Facebook Comments