Keluarga BAP Hormati Proses Hukum dan Persidangan

Keluarga BAP Hormati Proses Hukum dan Persidangan

*Kelanjutan Kasus Hukum Kades dan Stafnya*

 

Lamsel – Setelah Lama Menghilang akhirnya Berita perkembangan kasus Dugaan Pencabulan Kades Rawas Selapan Telah Memasuki Babak Persidangan .

Seperti yang telah diketahui bersama Bahwa Bergulirnya laporan RF (20) mantan staf di Desa yang juga mantan murid BAP Di SMK 1 Candipuro ini bermula RF membuat laporan Kepihak Polresta yang menurut pihak Polresta tidak dapat Dilanjutkan karna Tidak Memenuhi Unsur.

Persoalan yang masih menjadi Misteri adalah apakah hal yang pertama kali di laporkan pihak RF ke pihak polres Polres Lampung Selatan yang mengasumsikan Laporan tidak memenuhi unsur itu.

Tak lama kemudian pasca Mentahnya Laporan tersebut di Polres Lampung Selatan tiba tiba selang kurang Lebih 30 Hari pihak RF melaporkan hal itu ke pihak Polda Lampung.

Sayangnya, sejauh proses hukum di Polda Lampung dalam pemberitaan di sejumlah media masa pemberitaan dinilai sangat merugikan Pihak BAP Selaku Kades Yang terlapor karna isi pemberitaan sangat Diskriminasi serta kuat dengan unsur penggiringan opini.

Seperti Contoh yang sangat terlihat karena dalam pemberitaan itu setidaknya ada penulisan pemberitaan yang mengatakan di lakukan lebih 5 kali ada yang mengatakan berkali kali bahkan pemberitaan terakhir di beberapa media nasional mengatakan Pencabulan di lakukan di mobil Ambulance.

Berdasarkan keterangan HS (38) selaku sopir Ambulance pada saat itu,pada tanggal 10 februari 2021 mengatakan, “Saya tidak melihat adanya gelagat aneh aneh apa lagi ada perbuatan yang di tuduhkan dan selalu bertiga dari berangkat sampai pulang dari Dinas PMD Provinsi Lampung, sejauh perjalanan yang kami lakukan saya selaku sopir yang membawa mobil, Saudari RF duduk fi depan tepatnya di samping saya dan pak Kades duduk di belakang sendiri,” paparnya.

Lebih lanjut HS Menegaskan bahwa “Mulai Dari Awal Perjalanan Dari Kantor Desa hingga di kantor PMD Provinsi Lampung hingga kembali Sampai ke Kantor desa Rawas Selapan kami Hanya bertiga Saya, RF dan Pak Kades, itupun kami selalu bertiga kemana mana selalu bertiga mengingat pak Kades nggak bisa mengemudi,”

“Sesampai ke kantor desa pak kades Langsung Ke ruangannya itu pun saya tidak melihat gelagat aneh aneh yang saya lihat pak kades terlihat lelah karna melakukan perjalanan,” pungkas Heru.

Dilain pihak, salah satu Kerabat BAP saat dikonfirmasi apa langkah hukum yang di lakukan oleh Pihak BAP selaku terlapor, Ferdian Saputra (38) mengatakan, “Sejauh ini benar Kasus BAP sudah memasuki proses persidangan di Pengadilan Kalianda untuk langkah Hukum kami dari keluarga menghormati proses hukum dan berharap Hukum Dapat di tegakan seadil adilnya,” ungkap Pria ini.

“Sejauh ini Kami selalu mengawal jalannya persidangan dan Juga memantau perkembangan pemberitaan di media cetak elektronik dan pengarsipan beberapa media yang telah Lalu.,”

“Sejauh ini terkait pemberitaan yang telah di terbitkan rata rata menjelaskan bahwa pencabulan yang di terjadi juga terjadi di mobil Ambulance sementara hal ini tidak terdapat dalam dakwaan dan Berkas Perkara adik kami,” ujar Ferdian.

Lebih Detail dirinya mengatakan bahwa “Jika merujuk dari Berita Acara Penyelidikan ternya dalam Berkas Perkara yang sudah saya baca dan pelajari yang membuat saya heran adalah terkait Berita Acara Pemotretan Rekonstruksi. pada hari Rabu tanggal 15 Agustus 2021 yang di lakukan di Kantor Desa Rawa Selapan kecamatan Candipuro, Lampung Selatan pengambilan dokumen saat rekonstruksi (Reka Ulang Kejadian perkara),”

“Anehnya saat rekonstruksi itu menurut saya sangat janggal karna saat terjadinya Reka Kejadian perkara dalam rekonstruksi itu tidak di hadiri oleh tersangka BAP dan Saksi- Saksi sodara DS dan HS yang melakukan reka ulang Hanya penyidik dan pelapor terus ini Rekonstruksi kasus atau mau bikin sinetron,” tuturnya. (*)

Pos terkait