Kejari Tahan Dua Tersangka Korupsi di RSUD Pringsewu

  • Whatsapp

PRINGSEWU – Kejari Pringsewu menahan dua tersangka kasus dugaan korupsi proyek pembangunan gedung ruang rawat inap kelas III RSUD Pringsewu yang dianggarkan Rp3,9 miliar tahun 2012/2013, Rabu (7/10/2020).

Diketahui kasus dugaan korupsi proyek pembangunan gedung ruang rawat inap kelas III RSUD Pringsewu sempat mandeg satu tahun. Setelah Kejari Pringsewu melakukan pemeriksaan berkas perkara kedua tersangka berinisial MN rekanan (swasta) dan SR merupakan PNS di RSUD Pringsewu langsung dijebloskan di rumah tahanan Negara (Rutan) Kota Agung menggunakan mobil tahanan BE 2133 VZ sekitar pukul 14.00 wib. Sebelumnya kedua tersangka didampingi masing-masing penasehat hukum, sempat menjalani pemeriksaan di Kejari Pringsewu

Baca Juga :  Hengki Akan Cetak Atlet Penembak di Kota Bandarlampung

Kepala Kejari Pringsewu, Amru Eryandi Siregar kepada media ini mengatakan penyidik Kejari Pringsewu melimpahkan tahap II pengiriman tersangka dan barang bukti ke Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) .

“Hari ini kita menahan dua tersangka berinsial MN dan SR telah melakukan tindak pidana korupsi pembangunan gedung ruang rawat inap kelas III RSUD Pringsewu tahun 2012,” ujar Amru E Siregar didampingi Kasi Intelijen, Median Suwardi bersama Kasi Pidsus, Leonardo Adiguna.

Kejari menjelaskan, berdasarkan hasil audit Badan Pengawasan keuangan dan Pembangunan (BPKP) provinsi Lampung, perkerjaan pembangunan gedung ruang rawat inap kelas III RSUD Pringsewu tahun 2012 mengalami kerugian negara sekitar Rp 717 jutaan.

“Dimana mulai hari ini kedua tersangka ditahan, dibawa ke rutan Kota agung untuk 20 hari kedepan. Saat ini baru dua tersangka yang memenuhi alat bukti ini,” ungkapnya.

Baca Juga :  Diduga langgar Pasal 187A, M.Nasir Dipanggil Bawaslu

Kejari menegaskan, perbuatan kedua tersangka telah melanggar Pasal 2 ayat (1) jo pasal 18 UU No. 31 tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU No. 20 tahun 2001 tentang Perubahan atas UU No 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Korupsi Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP, Subsidair Pasal 3 Jo pasal 18 UU No 31 tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU no 20 tahun 2001 tentang Perubahan atas UU No 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi,” Kadua tersangka akan diancaman hukuman penjara paling singkat 4 tahun dan paling lama 20 tahun,” pungkasnya.

Ia mengimbau kepada para pejabat dilingkungan pemkab Pringsewu agar dapat berhati-hati dalam pengunaan anggaran harusi sesuai aturan.

Baca Juga :  Linda Buka Pelatihan Kerajinan Tangan

”Jangan sampai pejabat dilingkungan pemkab Pringsewu menggunakan anggaran keluar dari aturan yang bisa mengarah ketindakan pidana,” harapnya. (her/yud)

Facebook Comments