Kejahatan Narkotika Tiap Tahun Meningkat

  • Whatsapp

BANDARLAMPUNG- Secara nasional angka kejahatan narkoba kian meningkat tahun ke tahun, baik aspek kuantintas maupun kualitas. Hasil survei menyebutkan, penyalahguna narkoba di Indonesia saat ini diperkirakan 6,4 juta jiwa, di antaranya 15.000 per tahun orang atau 40-50 orang/hari mati karena narkoba.

“Di Lampung sendiri, jumlah penyalahguna narkoba 89 ribu orang dan menempati peringat 10 besar dari 34 provinsi di Indonesia,” ungkap Kapolda Lampung Irjen Pol Purwandi Arianto, dalam acara memusnahkan narkotika di Lapangan Korpri Kantor Gubernuran Lampung, Rabu (18/12).

Kapolda menjelaskan, Lampung saat ini bukan hanya sebagai tempat transit peredaran narkoba, melainkan sudah jadi daerah pemasaran sangat potensial. Hal tersebut terbukti dari beberapa pengungkapan kasus narkoba yang berhasil dalam jumlah sangat besar.

Baca Juga :  Kapolda Lampung Kembali Tinjau Vaksinasi Merdeka Di Kampus UIN

Adapun data pengungkapan kasus narkoba sepanjang 2019 adalah ganja sebanyak 492,2 kg, sabu 256,7 kg, ekstasi 161.918 ¼ butir, psikotropika 23.320 ½ butir, tembakau gorilla 150,37 gram dan opium 1,3 kg.

“Menyikapi hal tersebut, saat ini jajaran Polda Lampung terus berupaya menekan angka penyalahgunaan narkoba melalui langkah preemtif, preventif dan penengakkan hukum serta kerjasama lintas sektoral,” ujarnya.

Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Lampung, Brigjen Pol Ery Nursatari mengatakan proses pemusnahan narkoba dilakukan dengan menggunakan alat Incenerator, yaitu dengan cara membakar barang bukti dengan suhu 1200° C hingga habis tanpa bersisa.

Dari beberapa kasus yang berhasil terungkap, terlihat jumlah narkoba beredar di Indonesia khususnya di Lampung meningkat. Ini karena tingginya angka permintaan sehingga melambungkan harga penjualan da menjadikan banyak keuntungan dari kegiatan peredaraan narkotika.

Baca Juga :  Panglima TNI dan Kabaharkam POLRI Tinjau Vaksinasi Merdeka di Lampung

Gubernur Lampung, Arinal Djunaidi, mengatakan pemusnahan ini ialah bukti keseriusan memerangi narkotika. Ini berdasarkan data Puslitdatin BNN RI dan Universitas Indonesia 2017 angka prevalensi penyalahguna narkoba di Lampung menempati urutan 3 dari 10 provinsi di Sumatera dengan penyalahguna 128.529 orang.

Untuk itu, Arinal mengajak agar seluruh pihak untuk bersama-sama memberantas peredaran narkotika khususnya di Lampung.

“Perang terhadap penyalahguna narkotika dan prekursor narkotika harus secara komprehensif dengan melibatkan seluruh komponen masyarakat. Pemda Lampung, Polda dan BNNP bersama seluruh komponen bangsa harus laksanakan kegiatan nyata agar Lampung bersih dari peredaran narkotika dan precursor narkotika,” tegas gubernur.

Polda Lampung dan BNNP Lampung memusnahkan 125 kg ganja, 179 kg sabu,128.200 ekstasi, Ermin5 250 butir dan 1,03 kg opium. Pemusnahan ratusan barang bukti narkoba hasil sitaan BNNP Lampung dan Polda Lampung ini pada akhir tahun 2019. (ria)

Facebook Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.