Kegiatan PK di Nukaha Tak ada Korelasi Antara Dana Covid-19 dan Deposito

  • Whatsapp

Saumlaki – Dana Covid-19 dan Dana Deposito 45 M tidak punya kaitan dengan kegiatan sentuhan Bendera Merah Putih oleh Pemuda Katolik menyongsong kemerdekaan Republik Indonesi 17 angustus 2020 di Pulau Nukaha.

Hal tersebut disampaikan ketua Pemuda Katolik (PK) H. Rangkore yang juga selaku ketua panitia Sentuhan merah putih di kantor sekretariat Pemuda Katolik, kompleks kampung Babar kelurahan Saumlaki Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Rabu (16/08/2020).

Selain itu Rangkore mengatakan bahwa aksi longmarch oleh Tiga perguruan tinggi Yayasan Rumpun Lelemuku 11 September 2020 yang membawa sala satu spanduk yang bertuliskan Kakeeee bisa deposit anggaran Covid-19 di Nukaha Dolokah…??? Sehingga menjadi buah bibir diberbagai kalangan akhirnya menjadi Asumsi relasi dan korelasi antara tulisan dan kegiatan tersebut.

Baca Juga :  Peristiwa Bahasa "Belum Lurus Kencing"

Kegiatan sentuhan merah putih oleh di pulau Nukaha oleh pemuda Katolik dananya bersumber dari swadaya organisasi dan Donatur sebesar 36 juta lebih dan tidak ada korelasinya dengan dana Covid dan Dana Deposit.

Selain itu ada beberapa media online yang memuat dan meminta Pemuda Katolik untuk mengklarifikasi tulisan tersebut sehingga pemuda Katolik telah rapat untuk mengambil langka-langka dalam mengklarifikasi kegiatan dimaksud.

Untuk itu, tulisan tersebut tidak menyinggung kegiatan pengibaran bendera pemuda Katolik di pulau Nukaha yang melibatkan Bupati Kabupaten Kepulauan Tanimbar.

“Dengan adanya kegiatan pemuda Katolik di Nukaha maka telah menjadi perhatian khusus oleh semua pihak sehingga Pemuda Katolik menghapkan agar Pemerintah daerah segera menetapkan pulau Nukaha sebagai sala satu distinasi Wisata Bahari sesuai potensi sumber daya lautnya.

Baca Juga :  Lapor Oknum Anggota DPRD, PB PMII Beri Apresiasi ke PKC Lampung

Selain itu pemuda Katolik meminta kepada Kampus Lelemuku untuk segera memberikan klarifikasi tentang pencatutan nama Nukaha pada aksi demo tersebut yang dalam kaitan dengan dana Covit 19 sebagimana yang tertulis dalam poster dimaksut. Klarifikasi tersebut harus sampaikan oleh pihak kampus kata Rangkore karena sangat berpengaruh kepada upaya Pemuda Katolik dalam mempromosikan pulau Nukaha.”Paparnya.

Kehadiran Bupati Petrus Fatlolon pada kegiatan dimaksud Pemuda Katolik dan Masyarakat Fordata Khususnya masyarakat awear sangat berterimah kasih kepada perhatian Pemda yang selama ini tidak pernah melihat potensi wisata di Nukaha.

Jika Pemuda Katolik menunggu dari Pihak kampus dalam hal ini, Korlap tidak mengklarifikasi maka Organisasi Pemuda Katolik lewat Komcap Kepulauan Tanimbar akan menggerakkan seluruh kekuatan Mulai dari daerah sampai kepusat untuk berproses sebagaimana mestinya.

Baca Juga :  Pasca Laporkan Yozi Rizal, PMII Lampung Akan Gelar Konsolidasi Akbar

Selain itu Sekertaris Pemuda Katolik Anders Luturyali menambahkan Pihak Pemuda Katolik sudah bertemu dengan pihak kampus untuk mempertanyakan tulisan tersebut sehingga dalam penyelesaiannya terlah bersepakat untuk pihak kampus akan mengklarifikasi tulisan tersebut ke media (publik), namun hingga saat ini belum ada satu media pun yang memuat berita klarifikasi tulisan diposter tersebut.

Sehingga pihak Pemuda Katolik tinggal menunggu hasil klarifikasi dari korlap agar dapat menjelaskan persoalan tulisan diposter pada aksi demo tersebut. (MG)

Facebook Comments