Kasus Dinkes Lampura, Ada Apa Dengan Kejari

Lampung Utara–Ada apa dengan Kejaksaan Negeri (Kejari) Kotabumi, sepertinya penyidikan dugaan korupsi di lingkungan Dinas Kesehatan (Dinkes) lampung utara, kasusnya belum juga ada titik terangnya, sudah berkali-kali massa menyuarakan agar kasus ini ditemukan titik terang, sayang sampai saat ini, masih mandeg ditangan para penyidik kejaksaan.

Melihat kondisi itu, salah satu praktisi hukum di kotabumi angkat suara, Candra guna SH, saat ditemui dikantor di jalan pahlawan, meminta pihak Kejaksaan Negeri (Kejari) agar jangan mengulur-ulur lagi penetapan tersangka dalam kasus korupsi dana BOK dan DOP di Dinas kesehatan lampura, Sebab kasus ini sudah menjadi perhatian publik dan selalu ramai di medsos dan beberapa media cetak dan online sudah sering menayangkan berita tersebut.

Baca Juga :  Harkitnas Momentum untuk Mengobarkan Semangat Bangkit dari Pandemi Covid-19

Candra guna, meminta Kejari berani menetapkan tersangka dalam kasus ini BOK dan DOP “Kejaksaan jangan takut tetapkan tersangka. Kasus ini kan sudah lama ditangani, kenapa diundur-undur lagi. Buka seterang-terangnya ,Jangan sampai ada kepentingan di balik penanganan kasus ini,” ucapnya 17/10/2019.

Sebagai lembaga penegak hukum, lanjut Candra, jika dalam pemeriksaan dalam penyidikan sudah mengarah kepada tersangka, maka harus ditetapkan dan diumumkan ke publik. Apalagi pihak kejaksaan sendiri sudah mengatakan bahwa bakal ada yang ditetapkan tersangka dalam kasus tersebut.

“Kenapa lama sekali lagi dalam penetapan tersangka kasus Dana BOK dan DOP kesehatan ini? Ada apa sebenarnya?” ucapnya.
Kasus ini telah lama menyita perhatian publik, jangan sampai citra lembaga ini menjadi negatif dimata masyarakat karna dinilai lamban dalam menyelesaikan kasus korupsi.

Baca Juga :  Wagub Chusnunia Ajak Para Peternak Bersinergi dalam Pembangunan Lampung

Candra menuturkna Kejari kotabumi, untuk menjaga kepercayaan publik terhadap kinerja jaksa di bidang pemberantasan korupsi. “Kalau tidak cepat dalam penetapan tersangka kasus BOk dan DOP ini, lantas bagaimana kalau ada kasus lagi mau dibawa ke mana kalau yang sebelumnya tidak tuntas,” kata candra. (ted)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.