Kasus Cabul Kakam EM Coreng Kebijakan Bupati Winarti Tentang Kabupaten Layak Anak

  • Whatsapp
Surat edaran Tentang Layanan Impormasi Layak Anak. dok kominfo Tuba

Komnas-Ham Perlindungan Anak Akan Kawal Kasus Ini Hingga Ke Pengadilan

Bandarlampung – Kasus Pencabulan Anak di Bawah Umur yang diduga dilakukan oleh Edi Marjoko (EM) oknum Kepala Kampung (Kakam) Mahabang, Kecamatan Dente Teladas, Kabupaten Tuba, sepertinya mencoreng kebijakan Bupati Tulangbawang Winarti untuk menjadikan Kabupaten Layak Anak, sebagaimana surat edaran yang dikeluarkan oleh Bupati dengan Nomor.480/401/V.14/TB/III/2020 Tentang Layanan Informasi Layak Anak.

Selain itu juga Kasus ini mendapat Perhatian Khusus dari Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas-HAM) Perlindungan Anak (PA) Provinsi Lampung.

Seketaris Komnas Ham PA Lampung Wahyu mengatakan akan terus mengawal perkara pencabulan anak dibawah umur yang dilakukan oknum Kakam Mahabang Kecamatan Dente Teladas, Tuba, mengingat korban asusila dialami dua korban anak masih di bawah umur.
”Sejauh ini kami masih menunggu proses hukum yang dilakukan Polres Tuba, tentunya Komnas Ham PA Lampung terus mengawal kasus cabul kakam tersebut hinga ke Pengadilan,” ungkap Wahyu, Minggu (18/7/2021).

Baca Juga :  Setelah Viral di Media Nasi Ayam Belatung, Berlanjut Ke Medsos

Wahyu mengaku sangat mendukung upaya Polres Tuba dalam penegakan hukum perkara cabul kakam tersebut, namun dibutuhkan profesional dalam pengungkapan kasus cabul tersebut, untuk mengetahui apakah kedua korban anak di bawah umur tersebut menjadi korban eksploitasi anak atau tidak.

”Kami tentu sangat mendukung penegakan hukum cabul tersebut, semestinya Polres Tuba memangil kedua korban untuk dimintai keterangan untuk mendalami dan apakah kedua korban juga memenuhui unsur menjadi korban perdagangan anak atau tidak,” ungkap Wahyu.
,
Wahyu mengharapkan Polres Tuba dapat secepatnya menuntaskan kasus Cabul Kakam tersebut, untuk memberikan efek jera bagi pelaku yang dapat di jerat dengan UU perlindungan dan kekerasan terhadap anak di bawah umur.

Baca Juga :  Kepala Divisi Hukum AWPI Kota Bekasi Angkat Bicara Terkait Dugaan THM Melanggar PPKM Darurat

“Pelaku harus dihukum seberat-beratnya, karena perbuatan asusila yang dilakukan EM, apalagi dia Seorang Kakam yang seharusnya Menjadi Teladan dan mendukung Kebijakan Bupati Winarti untuk menjadikan Kabupaten Tulangbawang Layak Anak, bukan menghancurkan masa depan kedua korban anak di bawah umur, pelaku harus dikenakan UU Perlindungan anak, Tegas Wahyu.

Diberitakan sebelumnya, Unit Reskrim PPA Polres Tulang Bawang (Tuba) masih merampungkan pemberkasan perkara dugaan pencabulan yang dilakukan oknum kepala Kampung (Kakam) Mahabang, Kecamatan Dente Teladas, Kabupaten Tuba berinisial Edi Marjoko, yang sempat ditahan atas dugaan mencabuli dua anak di bawah umur, untuk segera dilimpahkan menjalani proses persidangan.

“Proses hukum perkara pencabulan yang dilakukan tersangka berinisial EM oknum Kakam Mahabang, Kecamatan Dente Teladas, Kabupaten Tuba masih dirampungkan,” kata Kanit Reskrim PPA Fachry, mendampingi Kasat Reskrim Polres Tuba AKP Sandy Galih Putra, Rabu (14/7/2021).

Baca Juga :  Ucapkan Dan Himbauan Danrem 043/Gatam di Hari Raya Idul Adha 1442H/2021M

Fachry menyatakan, untuk merampungkan porses hukum perkara pencabulan tentunya sudah memanggil sejumlah saksi untuk dimintai keterangan serta mengumpulkan barang bukti, selanjutnya akan digelar perkara untuk menentukan pasal-pasal yang dapat menjerat dalam UU Perlindungan anak dibawah umur.
”Untuk memenuhi unsur perbuatan melawan hukum tentunya kita sudah memanggil sejumlah saksi dan mengumpulkan bukti-bukti, dan saat ini kakam cabul masih ditahan,” ujar Fachri.

Terungkapnya kasus pencabulan anak di bawah umur berdasarkan laporan istri Kakam tersebut ke Polsek Dente Teladas, terkait adanya perselingkuhan yang sering dilakukan suaminya dengan dua anak dibawah umur yakni berinisial ML (15) warga Sungai Nibung Dusun 5 dan yang kedua RN (16) warga Bratasena. (*/ahi)

Facebook Comments