Kasasi Zainudin Berbuah Pahit

  • Whatsapp

MAHKAMAH (MA) menolak kasasi yang diajukan Bupati nonaktif Lampung Selatan Zainudin Hasan. Adik Ketua Umum PAN Zulklifi Hasan itu tetap dihukum 12 tahun penjara.

Zainudin sebelumnya divonis 12 tahun penjara dan denda Rp 500 juta subsider 5 bulan kurungan. Zainudin dinyatakan hakim terbukti melakukan tindak pidana korupsi dan tindak pidana pencucian uang.

Selain menghukum Zainudin Hasan selama 12 tahun penjara, hakim MA juga memutus; merampas harta dari hasil korupsi APBD Lampung Selatan.

“Pidana penjara 12 tahun, pidana denda Rp 500 juta subsidair 6 bulan kurungan, Uang Pengganti Rp 66.772.092.145 subsidair 2 tahun penjara,” kata juru bicara MA, Andi Samsan Nganro, Senin (3/2/2020).

Baca Juga :  Polres Tuba Jangan Tebang Pilih Kasus Kakam Cabuli Anak Dibawah Umur

Sederet harta hasil korupsi senilai Rp 66 miliar tersebut diperoleh dari keikutsertaan Zainudin pada program pengampunan pajak (tax amnesty) sebesar Rp 1,1 miliar.

Zainudin juga terbukti membeli sedan Marcedes-Benz tunai seharga Rp 1,75 miliar. Mobil itu dibeli dengan Rupiah dan USD di sebuah show room di Kelapa Gadung, Jakut pada 27 April 2017.

Untuk menyamarkan kekayaannya, Zainudin Hasan, melakukan tindakan sedemikian rupa. Salah satunya menunjuk sopirnya, Sarjono menjadi Komisaris PT Borneo Khatulistiwa.

Zainudin juga mengorupso uang pembangunan masjid yang bersumber dari APBD secara berlanjut. Uang itu digunakan untuk gaya hidup pribadi, perusahaan serta dana sosial seperti membangun masjid.

Masjid itu dibangun di atas sebuah tanah yang dibelinya seharga Rp 300 juta. Di atas tanah itu dibangun masjid yang dinamai Bani Hasan. Masjid itu juga satu lokasi dengan sebuah pondok pesantren.

Baca Juga :  AWPI DPD Kalteng Pimpin Lintas Organisasi Bantu Musibah Kebakaran

Zainudin Hasan memiliki bisnis pertambangan di Kalimantan dengan nama PT Baramega yang didirikan pada 8 November 2010. PT Baramega mendapatkan izin prinsip pengelolaan hutan untuk kawasan usaha pertambangan pada 6 November 2010 yang ditandatangani kakaknya, Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan. Zainudin membantah dan mengaku tidak tahu menahu bila izin itu diberikan kakaknya.

MA menyatakan semua dakwaan KPK terbukti seluruhnya. Baik dakwaan pertama, kedua, ketiga dan keempat. Zainudin Hasan terbukti korupsi APBD Lampung Selatan secara berturut-turut dan berlanjut sehingga mencapai nilai Rp 100 miliar lebih. Uang hasil korupsi itu kemudian dicuci sedemikian rupa sehingga menjadi aset pribadi.

KPK baru menyita aset Zainudin Hasan senilai Rp 40-an miliar. Yaitu: Dua unit Xpander senilai Rp 446 juta, Satu unit Pajero senilai Rp 623 juta, Satu unit Marcedes-Benz Nopol B 2905 AZT senilai Rp 776 juta, Satu unit Harley-Davidson senilai Rp 570 juta. Delapan bidang tanah senilai Rp 27 miliar, Satu unit Marcedes-Benz senilai Rp 1,7 miliar, Saham rumah sakit senilai Rp 4,7 miliar, Uang pembelian vila senilai Rp 1,4 miliar.
10, Pengembalian uang Rp 500 juta.(red)

Facebook Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.