Kapolsek Tanjungpinang Gerebek Judi Jackpot di Lokalisasi KM 15 Tanjungpinang, Ternyata Nggak Ada Apa-apa

  • Whatsapp

TANJUNGPINANG – Guna menciptakan suasana kondusif ditengah pandemic Covid 19, Kapolsek Tanjungpinang Timur, AKP Firrudin turun langsung untuk menggerebek Lokalisasi KM 15 Tanjungpinang, Kamis malam (16/4).

Hal ini guna memastikan adanya kabar dugaan judi Jeck Poot yang ada di Lokalisasi tersebut.

“Gak ada kita sudah cek, bohong aja itu,” ungkapnya usai turun ke Lokalisasi.

Kedatangan Kapolsek ini, bersama dengan anggota Satreskrim Polres Tanjungpinang, Bhabinkantibmas dan Babinsa Kelurahan Air Raja.

“Kita sudah cek kabar itu, tolong gak ada apa – apa di sini. Jadi kita himbau ciptakanlah suasana kondusif ditengah covid 19 ini,” bebernya.

Sebelumnya diberitakan oleh salah satu media online adanya judi Jackpot di tempat lokalisasi km 15, ditengah pencegahan covid-19.

Baca Juga :  Rapat Paripurna Hasil Penetapan Paslon Walikota Terpilih Pilkada Metro 2020

Berdasarkan pantauan awak media tersebut di lapangan, untuk lokasi penyedia judi tembak ikan dan poker itu memang sedikit menemui kendala. Pasalnya, rumah yang mirip ruko selalu terlihat tertutup. Namun berkat berbagai informasi akhirnya, awak media berhasil memasuki ruang judi yang berukuran 10m x 15m melalui pintu belakang.

Untuk menghindari keberadaan media di ruangan itu, para awak media hadir dengan berpura-pura menjadi pemain agar informasi lebih lanjut bisa di dapat.

Didalam ruangan itu terdapat tiga meja judi tembak ikan dan sekitar 10 mesin poker yang dijaga oleh seorang pria dengan umur antara 23 tahun atau 24 tahun. Jam operasi tempat judi yang ditenggarai sudah beroperasi sejak memasuki tahun 2020 mulai dari pukul 17.00 WIB hingga 04.00 subuh.

Baca Juga :  Uang Hasil Mencuri Habis Untuk Nlembuk, Dua Tersangka di Bekuk Unit Reskrim Polsek Randudongkal

“Kita buka dari jam 5 sore dan terkadang tutup jam 4 pagi. Tergantung situasi bang,”kata penjaga sekaligus wasit di sana.

Terpisah, salah satu warga di km 14, Endang (nama samara) mengatakan, sangat menyayangkan tempat judi itu masih beroperasi. Selain judi dilarang oleh hukum yang berlaku di tanah air juga ditengah covid-19 ini masih tetap beroperasi.

Hal yang perlu dikuawatirkan Endang adalah banyaknya pemain yang menggunakan mobil berdatangan di tempat itu. Mereka (para penjudi) itu katanya bisa diduga ada yang dari Malaysia lantaran tempat judi di sana sudah tutup.

“Kan aneh, warkop disuruh gulung kursi. Kog tempat Jackpot seolah di biarkan begitu saja. Dan lagi, Malaysia sudah lockdown, bisa saja para penggila judi dari sana datang ke sini. Kan kita enggak tahu. jadi semoga dengan terpantaunya tempat judi ini oleh awak media aparat dapat menindak tempat judi itu karena sudah sangat meresahkan,”pungkasnya. (Red)

Facebook Comments