Kaling Dipecat, RT Mundur Serentak

  • Whatsapp

BANDARLAMPUNG- Tengah kencang bicara pembenahan dan pembangunan Kota Bandar Lampung, seketika Herman HN dibenturkan dengan persoalan yang hari ini terjadi di Kecamatan Sukarame, Kelurahan Way Dadi, Kota Bandar Lampung.

Ini karena ada tindakan diskriminatif yang dialami Kepala Lingkungan (Kaling) I, Triyono Arifin dan Kaling II Purwanto, soal pemberhentian secara prosedural yang diduga cacat hukum, Senin(21/10).

Sudah diketahui ataupun belum, mau tidak mau ini menjadi sebuah masalah yang harus segera diselesaikan Wali Kota Herman HN. Jika tak segera diselesaikan artinya akan ada ketimpangan dalam sistem pemerintahan di periode terakhir Herman HN.

Ketimpangan tersebut kemungkinan besar bisa terjadi, masalahnya pascapemberhentian secara tiba-tiba yang dilakukan Camat Sukarame melalui surat keputusan Nomor: 414.4/213/V.03/X/2019 dan pacsa itu terjadi pula insiden mundurnya 8 Rukun Tetangga (RT) di bawah nanungan Lingkungan I yang sebelumnya di pimpin oleh Triyono Kaling I.

Baca Juga :  Waduh, Loket Pemutihan Pajak Kendaraan Bermotor Jam 2 Sudah Tutup

Saat di temui wartawan di kediamannya, Triyono mengatakan, pemberhentian terhadap dirinya secara tiba-tiba, membuat iya bertanya-tanya dan seperti tak beretika.

“Sebelumnya saya ucapkan terimakasih dan permohon maaf ya kepada seluruh ketua RT, selama kurang lebih 9 tahun ini, karena mulai saat ini saya sudah tidak menjadi kepala lingkungan lagi,” ungkap Triyono.

Pascapemberhentian, dirinya berterimakasih namun ia menyayangkan soal cara dan etikanya. “Masalahnya apakah tak ada cara lebih baik lagi, ya ngobrol dulu atau seperti apa, bahkan yang membuat saya tersinggung, sebelum sampe ke saya, sudah sampai ke orang lain,” jelasnya.

Kalau ada bahasa ada sistem penerapan Perwalikota Nomor 82 Tahun 2012 tentang aturan masa jabatan kepala lingkungan selama tiga tahun, Triyono mengatakan, “kenapa baru diterapkan sekarang.”

Baca Juga :  Diduga Oknum BPN Dengan PT.HIM Bermain Rencana Ukur Ulang Selalu Gagal

“Kalau memang mau diterapkan betul, itu harus berlaku kepada seluruh kepala lingkungan se bandar lampung, di ganti semua, karena di way dadi ini saja sudah ada yang 12 tahun, bahkan ada yang sudah 27 tahun, kenapa harus di way dadi, apa masalahnya gitu, dua sekaligus, ya memang untuk di way dadi saya orang yang paling vokal ya, bicara soal tanah, persoalan lapangan, saya yang paling kritis, gitu,” ungkapnya kepada wartawan.

Triyono juga menyampaikan, ia tinggal menunggu saja respon wali kota soal ini. “Apakah semua yang ditempatkan ini sudah baik semua, dan saya akan menunggu pascapemberhentian,” ucapnya. (*)

Facebook Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.