Jurusan Hubungan Internasional Universitas Lampung Sukses Gelar Talk Show

  • Whatsapp
Bandarlampung – Setelah sukses mengadakan lomba esai tingkat internasional sebagai rangkaian kegiatan pra-event, Jurusan Hubungan Internasional (HI) Universitas Lampung (Unila) kembali melanjutkan rangkaian acara perdananya yang bertajuk “International Cultural Festival”  dengan tema “The Adaptation for Local Culture Crisis and a New Form in The Digital Area.”, Sabtu (23/10).
Sama seperti pelaksanaan lomba esai, acara Talkshow ini diadakan secara online melalui zoom meeting dengan diikuti peserta baik dari Indonesia maupun mancanegara dalam lingkup mahasiswa, akademisi, hingga masyarakat umum.
Pada Talk Show ini berisi kegiatan berisi gelar wicara bersama para pembicara inspiratif seperti PYM SPDB Drs. Pangeran Edward Syah Pernong, S.H., M.H. sebagai Sultan Sekala Brak Yang Dipertuan Ke-23, Sastrawan Lampung, Isbedy Stiawan ZS, dan Putri Kebudayaan Indonesia 2019, Putri Ajeng Wulan Julitasari, S.Pd. Selain itu, acara Talk Show ini juga menampilkan kebudayaan Lampung sebagai acara inti yaitu “Cultural Festival”.
Tujuan dari pelaksanaan Talkshow ini sendiri adalah sebagai upaya penyempurnaan ide mengenai bentuk dan upaya adaptasi kebudayaan lokal di era digital dan pada/pasca pandemi untuk melestarikan atau mempertahankan eksistensinya. Seperti yang kita ketahui, budaya lokal sendiri dapat dikatakan sudah mulai mengalami krisis, apalagi di tengah era digitalisasi dan pandemi seperti saat ini.
Heza Oga Mahendra selaku Ketua Pelaksana mengatakan, “Harapan dari terselenggaranya kegiatan Talk Show ini adalah bukan hanya memberikan edukasi terkait eksistensi budaya lokal, tetapi juga memberikan motivasi dan inovasi terkait bagaimana upaya pelestarian kebudayaan lokal di tengah era digital dan pandemi.”
Terkait topik yang dibahas yakni tentang pengaruh pandemi dan era digitalisasi terhadap pelestarian budaya, ketiga pembicara memiliki pandangannya masing-masing. Diawali dengan pembicara pertama yakni Yang Mulia, Aregina Nareswari Firuzzaurahma Pernong, S.H., M.Kn. Gelar Dalom Putri Senimbang Paksi Ralangan Dalom, Putri Tunggal dari Paduka Yang Mulia,  Saibatin Peniakan Dalom Beliau (SPDB) Drs. Pangeran Edward Syah Pernong, S.H., M.H.
Putri Sultan Sekala Brak yang Dipertuan Ke-23, Kepaksian Pernong Lampung sebagai Sultan Sekala Brak Yang Dipertuan Ke-23 mengungkapkan, bahwasanya pandemi ini tentu memberikan dampak pada berbagai aspek, termasuk budaya dimana silaturahmi dan interaksi antar manusia yang merupakan akar budaya berkurang secara siginifikan, hal ini tentu membuat aspek budaya ikut terkena pengaruh akibat dari pandemi ini. Namun disatu sisi, adanya era digital disini memberikan dampak positif dimana adanya platform media sosial dapat dimanfaatkan sebagai wadah baru untuk mempromosikan budaya, dimana budaya tersebut dapat dilihat lebih luas lagi.
Selanjutnya menurut Isbedy Stiawan ZS selaku Sastrawan Lampung menyatakan bahwa tanpa adanya pandemi pun, budaya dan pelestariannya akan tetap berpindah ke teknologi. Dimana banyak budayawan yang kemudian memanfaatkan paltform sosial media untuk melakukan promosi kebudayaan. Namun dengan adanya pandemi ini, membuat panggung para budayawan kemudian berpindah ke platform media sosial. Dan pembicara ketiga yakni Putri Ajeng Wulan Julitasari menyatakan bahwa adanya teknologi dan era digitalisasi ini dapat dimanfaatkan sebagai ajang untuk mempromosikan kebudayaan dengan membuat konten yang berorientasi budaya, sehingga budaya yang dimiliki dapat dikenal bukan hanya kancah nasional, namun juga internasional.
Selain itu, Isbedy juga menambahkan bahwa budaya yang seringkali dijadikan konten dalam sosial media bukan hanya berorientasi pada viral, namun juga diperlukan suatu konten yang menarik dan kreatif sehingga konten tersebut dapat memberikan dampak yang berkesan dan bertahan lama.
Kegiatan International Cultural Festival ini juga ditutup dengan pengumuman juara kompetisi esai internasional yang sebelumnya sudah terlaksana pada Sabtu, 14 Oktober 2021 lalu. Dimana pada lomba esai ini dimenangkan oleh Nadya Lela Ainika dari Universitas Gajah Mada Sebagai juara 1, Adyuta Banurasmi Balapradana dari Universitas Pembangunan Nasional Veteran Yogyakarta Sebagai juara 2, dan Theresia Magdalena Theofany dari Universitas Indonesia Sebagai juara 3. (Rls)
Baca Juga :  Ketua DPD AWPI Lampung Minta Kapolres Mesuji Dalami Kronologi OTT Oknum Wartawan

Pos terkait