IRT Korban Hipnosis Merugi 6 Juta Lebih

  • Whatsapp

BANDAR LAMPUNG – Sri Tri Purwigati (56), warga Jalan Urip Sumoharjo, Gang Sungai 7, RT 04/LK 1, Kelurahan Gunungsulah, Kecamatan Way Halim, Bandar Lampung, menjadi korban hipnosis oleh dua pria mengaku perwakilan tim kesehatan Wali Kota Herman HN, Senin 10 Januari 2020, sekitar pukul 10.00 WIB. Dua pria tersebut datang menggunakan pakaian batik, lengkap dengan peralatan medis.

Dua pelaku kejahatan hipnosis ini menggondol barang berharga berupa dua cincin emas 24 karat dengan total kerugian Rp6,3 juta. Para pelaku menukar cincin korban dengan emas imitasi.

Korban sudah melaporkan kejadian yang menimpanya ke Mapolsek Sukarame dengan bukti lapor LP/148-B/II/2020/LPG/Resta BL/Sektor SKM.

Baca Juga :  Kapolda Lampung Dukung Kontingen Hadapi PON 2021 di Papua

Sri mengungkapkan saat itu tengah membersihkan kursi di teras rumahnya. Saat bersamaan dua pria tidak dikenal datang hendak melakukan tes kesehatan, “Sempat saya tolak tapi mereka memaksa,” ujarnya, seperti dilansir dari Lampost.co, Selasa (11/2/20).

Salah satu pelaku, kata korban, langsung menepuk pundak dan merangkulnya sambil menuntun masuk ke rumah. Layaknya pemilik rumah, pelaku justru mempersilakan korban duduk di kursi ruang tamu.

Satu dari kedua pelaku menanyakan keluhan penyakit yang dialami korban. Namun, satu orang lainnya diam tidak berbicara apa pun. “Satunya enggak ngomong apa-apa, mungkin dia ngawasin kalau ada orang lewat,” katanya.

Korban menduga emas tersebut ditukar saat ia diminta berbalik badan sembari memasang alat tes gula darah yang ditempel di kedua pergelangan tangannya.

Baca Juga :  Ikappi Bandar Lampung Tolak Keras PPN terhadap Sembako

Korban menjelaskan, kedua pelaku memintanya melepas cincin yang dikenakan dengan alasan alat kesehatan mereka tidak berfungsi karena dia mengenakan logam. “Karena saya pakai logam, kata mereka alatnya enggak berfungsi. Jadi saya lepas cincin, saya tarok di kursi samping saya, mungkin waktu saya lengah dia tukar cincinnya,” katanya.

Setelah proses pengecekan kesehatan selesai, pelaku lagi-lagi menuntun korban ke luar rumah. Korban disuruh duduk di teras rumah dengan dalih berjemur sinar matahari.

“Setelah itu mereka berdua pergi pakai motor, mengarah keluar gang. Tapi saya lupa motor yang mereka pakai jenis apa,” ujarnya. (*)

Facebook Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.