Heboh di Lampung Selatan, Mantan Staf Desa Digauli di Kantor Desa Hingga Ambulans

  • Whatsapp

LAMPUNG SELATAN – Wanita muda berusia 20 tahun mengaku seorang oknum kepala desa telah menggaulinya berkali-kali.

Tak cuma di kantor desa. Di atas mobil ambulans pun pernah.

“Saya dipaksa melayani nafsu sahwat Pak Kades. Saya berusaha berontak, tapi saya kalah kuat,” kata Mbak Ayu (sebut saja begitu) kepada haluanlampung biro Lampung Selatan, Senin (01/03).

Mbak Ayu menceritakan bahwa oknum kades kerap memvideokan adegan tak senonoh itu.

Rekaman video itu dijadikan Pak Kades sebagai senjata untuk mengancam Mbak Ayu agar menghapus obrolan chat di WhatsApp.

“Pak Kades, dengan sengaja merekam dengan handphone adegan senonoh, kemudian video tersebut ditunjukan kepada saya. Lalu dia mengancam, meminta saya untuk mengapus obrolan WhastApp. Jika saya hapus obrolan itu, dia juga akan menghapus video tersebut,” papar Mbak Ayu.

Baca Juga :  Pemalsuan Dokumen Organisasi, DPD AWPI Provinsi Lampung Akan Laporkan Nadiyanto CS ke Polda

Semula orang tua korban tidak mengetahui perbuatan keji kepala desa yang dilakuakan terhadap anak gadisnya.

Aksi bejat itu baru diketahui setelah korban berhenti bekerja dari staf di kantor desa.

“Anak saya ini berhenti kerja di desa bukan lantaran pekerjaan. Tapi masalah pribadi antara korban dan kepala desa. Sejak berhenti korban murung dan enggan keluar kamar. Kami kaget, ternyata semua itu gegera perbuatan bejat kepala desa,” jelas orang tua korban.

Sudah Lama Dilirik Kades

Korban mulai di lirik Kepala Desa semenjak korban menganyam bangku SMA.

“Kenal Pak Kades itu berawal dari lomba di sekolah, dan kebetulan saya menang juara satu. Setelah lulus sekolah saya ditawarkan untuk bekerja di kantor desa, karena tujuannya bekerja, tawaran itu pun saya ambil. Jika tahu akan seperti ini, lebih baik tidak bekerja,” tutur Mbak Ayu.

Baca Juga :  Turunkan Timsus, AWPI Bakal Ungkap Draf Anggaran Rp. 30 M KONI Lampung

Itu Fitnah Lawan Politik

Sementara, Kepala Desa Rawas Selapan, Bagus Adi Pamungkas saat di konfirmasi melalui ponselnya, mengatakan bahwa tidak benar kabar terkait perbuatan mesum dirinya dengan stafnya.

“Itu hanya isu, dan itu perbuatan orang yang tidak suka dengan saya. Biasalah lawan politik. Bisa di tanyakan langsung kepada BPD jika saya berbuat seperti itu,” bantah Pak Kades. (Erl)

Pos terkait