Hama Cendawan Serang Tanaman Daun Bawang

  • Whatsapp

LAMPUNG UTARA – Dinas Pertanian (Distan) melalui tim penyuluh langsung merespon laporan petani sayuran di Desa Ratuabung, Kecamatan Abung Selatan, terkait tanamannya terkena serangan hama busuk pangkal batang pada tanaman daun bawang dengan mengecek langsung ke lapangan. Hasil pengecekan disimpulkan serangan hama itu akibat cendawan.

Kepala Bidang (Kabid) Penyuluh Distan Lampura Maria Juwita mengatakan dari hasil pengamatan penyuluh dari gejala yang dimulai dari awal serangan, yakni pucuk daun bawang menguning, setelah itu batangnya membusuk dan daunnya mulai mengering sebelum akhirnya tanaman itu mati. Disimpulkan serangan itu akibat cendawan Fusarium.

“Sampai saat ini belum ada fungisida yang efektif dalam menanggulangi serangan cendawan Fusarium. Tanaman yang terserang mesti dieradikasi atau dicabut dan diganti tanaman baru,” ujarnya melalui sambungan telepon, seperti dilansir Lampost.co, Minggu (5/1/2020).

Baca Juga :  Polres Balam Salurkan 286 Sembako ke Kaum Duafa, Yatim Piatu dan Warakauri Polri

Untuk penanggulangan atau langkah antisipasinya, pihaknya mengimbau para petani daun bawang sebelum melakukan penanaman agar menebarkan cendawan Tricoderma sp dan memberi dolomit (kapur pertanian).

“Secara alami, cendawan Tricoderma sp akan menekan cendawan Fusarium untuk hidup dan berkembang. Sedangkan pemberian dolomit (kapur pertanian) difungsikan guna menetralkan keasamaan tanah,” kata dia.

Sementara, Kepala Seksi (Kasi) Metode dan Informasi Penyuluh Pertanian Distan Lampura, I Made Wirata, menuturkan untuk pencegahan serangan cendawan Fusarium, petani mesti rutin melakukan pergiliran tanaman serta penyiangan guna mengendalikan populasi dan perkembangan cendawan. Hal yang bisa dilakukan dengan menyemprotkan fungisida sistemik setiap 10 hari sekali guna mencegah infeksi yang cepat akibat serangan cendawan bila dibutuhkan.

Baca Juga :  Gubernur Arinal Terima Penghargaan Anugerah Parahita Ekapraya

“Langkah yang efektif guna mengendalikan serangan cendawan Fusarium adalah menebar cendawan Tricoderma yang merupakan fungisida alami untuk melawan cendawan patogen. Untuk penggunaan dengan membuat pupuk dasar menggunakan fermentasi cendawan Trichoderma sp serta penyiraman trichoderma sp pada setiap lubang tanam,” katanya.

Bagi tanaman yang terserang, tanaman mesti segera dicabut dan dibakar serta bisa membuang sebagian tanah di bekas akar tanaman tersebut. Petani dapat juga menyemprotkan fungisida kontak berbahan aktif klorotalonil atau tembaga hidroksida.

Namun, pihaknya tidak memberikan rekomendasi untuk melakukan penyemprotan secara kimia tersebut. Bila menggunakan sistem pertanian organik, tanaman disemprot menggunakan trichoderma dan sekaligus disiramkan ke area tanaman yang terserang.

Baca Juga :  Bupati Dewi Handajani Serahkan Bakat Bantu Dengar dan UEP Disabilitas

“Merujuk hasil uji di lapangan pencegahan menggunakan Trichoderoma sp terbukti efisien karena jamur ini bersifat parasit dan mematikan jamur patogen lain, seperti cendawan Fusarium,” ujarnya. (*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.