Hadang Truk Fuso Bermuatan Pasir, Ribuan Warga Pringsewu Turun Kejalan

  • Whatsapp

Pringsewu – Ribuan warga di dua kecamatan Banyumas dan Pagelaran Utara Kabupaten Pringsewu turun ke jalan untuk melakukan aksi serta menghadang truk fuso yang bermuatan pasir di Pekon Banyumas, Senin (22/02/21) malam.

Aksi tersebut untuk memprotes angkutan pasir milik PT Pringsewu Jaya Abadi (PJA) yang di duga melebihi kapasitas, sehingga membuat kerusakan jalan yang dilintasinya. Adapun jalan yg rusak yakni jalan di Kecamatan Banyumas dan jalan di Kecamatan Pagelaran Utara.

Aris Salah satu warga mengatakan, aksi ini merupakan bentuk protes masyarakat yang resah dengan adanya kerusakan jalan di dua kecamatan tersebut. Masyarakat menduga kerusakan jalan tersebut akibat di lalui armada pengangkut pasir jenis Fuso milik PJA yang berada di Pekon Sumber Bandung, Kecamatan Pagelaran Utara.

Baca Juga :  Hengki Ahmat Jazuli: Musda AWPI Provinsi Lampung bisa Jadi Barometer AWPI di Seluruh Tanah Air

“Kami masyarakat Banyumas dan Pagelaran Utara sangat terganggu dengan jalan yg rusak karena sering di lalui kendaraan besar yg bermuatan pasir, selain mengganggu akibat jalan rusak ini warga menjadi korban karena terjatuh” Ujar Aris.

Dalam tuntutannya, massa menolak kehadiran truck pengangkut jenis fuso beroperasi dijalan poros arah Banyumas.

“Selain itu, kami juga meminta untuk bertemu direktur utama PT Pringsewu Jaya Abadi tanpa diwakili siapapun” tegasnya.

Sementara itu kepala pekon Banyumas Wasino saat di konfirmasi belum bisa memberikan tanggapan.

“maaf mba mas, saya belum bisa memberi tanggapan, saat ini saya sedang koordinasi dengan Camat dan Ketua DPRD Pringsewu, nanti kalau sudah selesai saya kabarkan,” Jelas Wasino

Baca Juga :  Kasrem 043/Gatam Pimpin Sidang Panjabsat Pemberhentian dari dan Pengangkatan dalam Jabatan Bintara dan Tamtama TW III TA. 2021   

Selanjutnya, berdasarkan hasil mediasi dengan perwakilan dari PT PJA Mahmun, di Balai Pekon Banyumas. Pihak PT PJA menyatakan kesiapan menerima tuntutan masyarakat.

Dalam pertemuan tersebut di saksikan oleh Kapolsek Sukoharjo Iptu Timur Irawan, Ketua DPRD Pringsewu Suherman, Kepala Kesbangpol Sukarman, Camat Banyumas Sutaryo dan Kepala Pekon Banyumas Wasino.

“Semua tuntutan masyarakat bakal kami terima. Ya namanya manusia kalau nanti ada kurangnya, tolong diingatkan lagi,” kata Mahmun.

Sementara Ketua DPRD Pringsewu Suherman menyampaikan, sesuai hasil kesepakatan PT PJA dan masyarakat, untuk truk kendaraan roda 10 dilarang beroperasi dan melintasi di ruas jalan Banyumas dan Pagelaran Utara.

“Jadi inti dari permintaan masyarakat, truk tronton untuk tidak beroperasi dan melintasi jalan ini. Kalau mau usaha lama di sini, saya berharap pihak PJA dapat memenuhi dan menepati permintaan masyarakat,” tegas Suherman. (Ndi)

Facebook Comments