Gunakan ADD dan BKKD, Kaur Keuangan Dituntut Mundur

Gunakan ADD dan BKKD, Kaur Keuangan Dituntut Mundur

PEMALANG – Sekitar 80 warga Desa Purana Kecamatan Bantarbolang mendatangi kantor balaidesa setempat. Kedatangan mereka untuk meminta pertanggungjawaban Kaur Keuangan M. Hilman Sakirin dan menuntutnya mundur, pasalnya yang bersangkutan telah menggunakan uang sisa BLT DD tahun 2021 dengan total senilai Rp. 198.179.600.

Dalam pertemuan klarifikasi antara Kaur Keuangan dengan warga yang disaksikan Kepala Desa, Ketua BPD Desa Purana, Kapolsek dan Danramil Bantarbolang serta Kasi Trantib Kecamatan Bantarbolang, Kepala Desa Purana Sopan menyampaikan, jumlah total dari penyimpangan bendahara sebesar Rp.198.176.600, meliputi Dana Desa (DD) sisa BLT, Rabat Beton dan Bronjong TA. 2021. Yang bersangkutan sanggup mengembalikan uang sejumlah Rp.198.176.600,- dalam waktu 1 minggu, terhitung mulai tanggal 5sampai dengan 12 Januari 2022.

Baca Juga :  Pipa Bocor di Silarang, Perumda Air Minum Tirta Mula Minta Maaf

“Kades bertanggung jawab apabila dalam waktu 1 minggu tidak bisa mengembalikan, Untuk pengunduran diri membutuhkan waktu dan proses,” jelasnya, Rabu (5/1), kemarin.

Ketua BPD Desa Purana Sudirto menambahkan, BPD menindaklanjuti apa yang menjadi aspirasi warga terkait adanya penyimpangan sisa BLT DD, rabat beton dan bronjong TA. 2021 sebesar Rp. 198.176.600. Yang bersangkutan (Kaur Keuangan, M. Hilman Syakirin-red) mengakui telah menggunakan dana tersebut dan siap mengembalikan dalam waktu 1 minggu terhitung mulai tanggal 5 a.d 12 Januari 2022.

“Ya benar, pengunduran diri butuh waktu dan proses,” kata Sudirto

Menanggapi hal tersebut, M. Hilman Syakirin mengakui, telah memakai dan menggunakan dana anggaran pendapatan Desa Purana Tahun 2021 yang bersumber dari Alokasi Dana Desa Tahun 2021 sebesar 107.483.600 dan Alokasi Anggaran BKKD (Bamtuan Keuangan Khusus Desa) Tahun 2021 sebesar 90.696.000,- dengan jumlah total 198.176.600. Anggaran tersebut akan dikembalikan ke kas Desa Purana dalam kurun waktu seminggu dari sekarang terhitung mulai tanggal 5 sampai dengan 12 Januari 2022 dan dirinya siap mengundurkan diri dari perangkat desa.

Baca Juga :  Ditinggal Sang Ibu ke Dapur, Balita Desa Ambowetan Menghilang

“Apabila saya tidak mengembalikan dana tersebut saya siap dituntut dan diproses sesuai hukum yang berlaku di Indonesia,” ucap Hilman. (tris, rd)

Pos terkait