Gudang Bulog Wonosari Mesuji Masih Simpan 1000 Ton Beras Tahun Lalu

  • Whatsapp
Beras lokal 800 ton di Gudang Perum Bulog Wonosari Divisi Mesuji

Mesuji – Pemerintah kabupaten Mesuji perlu lebih memperkuat peran Perusahaan Umum Milik Negara Badan Urusan Logistik (Perum Bulog) sebagai lembaga yang dapat menstabilkan dan mendistribusikan harga komoditas pangan,mengingat d masa pandemi covid-19 Mesuji masuk zona merah, Minggu (22/08/2021).

Berbeda yang terjadi di kabupaten Mesuji, justru Perum Bulog yang seharus nya berperan aktif nyatanya jalan di tempat. Hal ini dibuktikan dengan masih menumpuknya persedian beras di gudang Bulog stok di tahun 2020 lalu sebanyak 1000 ton.

Ditemui di ruanganya,  kepala Bulog Divisi Wonosari Mesuji mengatakan Bulog Siap bersenergi bersama pemerintah dalam menjaga setabilitas pangan kususnya di kabupaten Mesuji.

“Hadirnya bulog melalui kesepakatan dengan pemerintah daerah untuk menjaga kesetabilan pangan,kami berharap pemerintah bisa membantu bersenergi menyalurkan dan memasarkan”katanya.

Baca Juga :  Kapolresta: Selalu Bersyukur dan Bekerjalah Dengan Ikhlas

Ia menambah kan sulitnya pendistribusian menyebabkan menumpuknya persedian beras, pihaknya akan berusaha semaksimal mungkin dalam menyalurkan walaupun sebenar nya perlu peran serta pemerintah daerah.

“Selain sulitnya pendistribusian, kapasitas gudang pun menjadi kendala, sebab tidak dapat menyerap lebih banyak gabah yang di targetkan 2000 ton pada panen raya ini”. (Ard)

 

 

 

Pos terkait