Gubernur Ingin Lampung Tuan Rumah Muktamar NU Ke-34

  • Whatsapp

BANDARLAMPUNG – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung menerima kunjungan Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Provinsi Lampung, di Ruang Kerja Gubernur, Rabu (11/9).

Dalam kesempatan itu, Pemprov meminta PWNU mengupayakan agar Lampung menjadi tuan rumah Muktamar NU ke-34 tahun 2020 mendatang.

Sebab, menurut Gubernur Lampung Arinal Djunaidi, selain kehadiran ribuan peserta Muktamar yang hadir di Lampung menjadi promosi potensial untuk meningkatkan income daerah, juga banyak kepala daerah di Lampung yang merupakan tokoh NU.

“Lampung sudah sangat layak jika ingin menjadi tuan rumah muktamar NU, dari segi kesiapan infrastruktur Lampung saat ini sangat siap, ditambah lagi banyak kepala daerah di Lampung yang merupakan tokoh NU dan mendukung terselenggaranya Muktamar di Lampung,” kata dia.

Baca Juga :  DPD PKS Metro Berkurban 3 Ekor Sapi dan 4 Kambing

Orang nomor satu di Bumi Ruwa Jurai itu mengharapkan, dengan kondisi Provinsi Lampung yang sedang melaksanakan rasionalisasi anggaran, keberadaan Muktamar NU di Lampung dapat memberikan dampak posisitif bagi sektor pariwisata, dan penggiat UMKM di Tanoh Lado ini.

“Ribuan peserta dari seluruh Indonesia dan luar Negeri akan datang ke Lampung, menjadi momentum yang baik bagi kita untuk memperkenalkan potensi wisata, kuliner dan berbagai kerajinan Lampung. Jadi event ini juga mendatangkan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat,” kata Gubernur.

Seperti diketahui, Provinsi Lampung tepilih sebagai salah satu nominator utama menjadi tuan rumah muktamar bersaing dengan PWNU Sumatera Utara, PWNU Sumatera Selatan, PWNU Banten, PWNU Jawa Tengah, PWNU DI Yogyakarta, dan PWNU Kalimantan Selatan.

Baca Juga :  Team Vaksinator Puskesmas Wira Bangun Gelar Vaksinasi

Senada, Ketua PWNU Lampung Mohammad Mukri menyampaikan posisi Lampung yang strategis sebagai gerbang Sumatera, penghubung Pulau Jawa – Pulau Sumatera dan mudah diakses baik dari Jawa, Sumatera, atau wilayah lain di Indonesia.

Lampung juga ditunjang kondisi infrastruktur yang sangat siap, baik berupa jalan tol, bandara internasional, hotel berbintang dan pesantren-pesanten yang sudah mapan.

“Dengan posisi seperti ini, Lampung sangat strategis dan mudah diakses baik dari Jawa, Sumatera, atau wilayah lain di Indonesia. Penerbangan dari Jakarta-Lampung hanya perlu tiga puluh menit,” ujar Mukri.

Secara demografis, lanjut Mukri, Lampung merupakan wilayah terpadat kedua di Sumatera setelah Sumatera Utara, dan NU terbesar di Luar Jawa. Pesantren-pesanten besar Lampung memiliki hubungan emosional, kultural dan kekeluargaan dengan pesantren-pesantren besar di Pulau Jawa.

Baca Juga :  Sekdakab Pesisir Barat Ikuti Launching Core Values ASN Melalui Zoom Meeting Bersama Presiden RI

“Sudah saatnya Muktamar ke-34 NU 2020 dilaksanakan di Lampung, mengingat dari 33 penyelenggaraan Muktamar sebagian besar berlangsung di Pulau Jawa. Hanya 4 kali di luar Jawa. Dan pada era modern ini sekali di Makassar, Sulawesi Selatan,” ujar Ketua PWNU Provinsi Lampung tersebut. (Uwi)

Facebook Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.