Gubernur Arinal Tandatangani MoU dengan Perusahaan Pupuk dan Perbankan

  • Whatsapp

BANDAR LAMPUNG – Gubernur Lampung Arinal Djunaidi melakukan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) bersama dua perusahaan pupuk dan perbankan, di Ruang Rapat Utama, Kantor Gubernur Lampung, Rabu (19/2/2020).

Penandatanganan ini diterbitkan menjadi tonggak awal bangkitnya ekonomi kerakyatan yang berpihak ke petani melalui program Kartu Petani Berjaya (KPB).

“Hari ini merupakan suatu kebaruan dan kebanggaan, Insya Allah yang saya bawa adalah ekonomi kerakyatan akan bangkit dan 100 persen untuk petani,” ujar Gubernur Arinal.

PT Pupuk Sriwidjaja Palembang (Pusri) dan PT. Petrokimia Gresik. Kemudian empat perbankan yaitu PT. Bank Lampung, PT. Bank Mandiri, PT. Bank Negara Indonesia dan PT. Bank Rakyat Indonesia.

Menurut Gubernur Arinal, program yang hadir KPB merupakan suara rakyat di mana semua pihak terkait harus berkontribusi untuk mewujudkannya.

“Kita semua ini diberikan amanah oleh Tuhan harus bisa mengubah Lampung. Kita harus memberikan dukungan agar petani dapat meningkatkan pendapatannya, mengelola petani membutuhkan benih dan pupuk di Lampung. Kita harus bekerja, bekerja dan bekerja,” katanya.

Arinal menambahkan semangat pembangunan masyarakat melalui sektor pertanian ini juga, ditambah dengan dukungan Menteri Pertanian yang menyediakan Lampung sebagai lokomotif pembangunan pertanian Indonesia.

“Menteri Pertanian juga memberikan keputusan Lampung akan menggunakan wilayah perbenihan untuk Sumatera Bagian Selatan,” katanya.

Nota Kesepahaman ini, kata Arinal merupakan wujud yang saling mendukung dan bersinergi dalam percepatan pembangunan pertanian di Provinsi Lampung.

“Melalui penandatanganan MoU ini, diharapkan untuk PT. Pusri dan PT. Petrokimia Gresik dapat mendukung pelaksanaan program KPB dengan mendukung izin subsidi dan nonsubsidi, sesuai azaz 6 Tepat sesuai dengan tepat, jenis, jumlah, harga, waktu, dan tempat,” katanya.

Gubernur Arinal berharap pihak perbankan dapat mendukung dan menyediakan layanan prioritas untuk seluruh anggota program KPB dalam hal layanan perbankan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

“Baik layanan Kredit Usaha Rakyat atau pembiayaan lain. Secara teknis MoU pada hari ini akan ditindaklanjuti dengan Perjanjian-Perjanjian Kerjasama,” katanya.

Arinal mengutip Provinsi Lampung pada tahun 2020 mendapat subsidi pupuk yaitu urea sebanyak 314,087 ton, Za 51,486 ton, NPK 250,487 ton, SP-36 56,668 ton dan pupuk organik 56,145 ton.

Total subsidi pupuk untuk Provinsi Lampung Tahun 2020 Memperbaiki kenaikan sebesar 49,83% dibandingkan Tahun 2019.

“Ini nomor tiga sebagai pengguna pupuk terbesar di Indonesia, pertanda bahwa Lampung akan menjadi proyek percontohan dan lokomotif pembangunan pertanian Indonesia yang telah dimulai,” katanya.

Arinal menjelaskan berdasarkan data e-RDKK Provinsi Lampung per tanggal 13 Februari 2020, jumlah petani yang telah terinput dalam pengajuan pupuk subsidi melalui e-RDKK tahun 2020 sebanyak 640.502 petani. “Sementara data calon petani non e-RDKK jumlah 344 petani telah terintegrasi ke dalam Program Sistem Kartu Petani Berjaya,” katanya

Melalui penandatanganan Nota Kesepahaman tersebut, Arinal berharap semua pihak terkait memiliki komitmen yang sama untuk mengatasi setiap masalah yang dihadapi petani dalam upaya meningkatkan kesejahteraan melalui program KPB. “Saya ingin mendukung dan mengabdi kepada rakyat. Semoga dengan dukungan semua, semua yang mendukung kita telah membangun Provinsi Lampung dapat benar-benar membuat Rakyat Lampung Berjaya,” katanya.

Seperti diketahui, program KPB merupakan program Gubernur Arinal di bidang pertanian untuk meningkatkan pendapatan petani terhadap bantuan keuangan terstruktur, sistematis dan terintegrasi melalui penerapan Sistem Teknologi Informasi.

KPB Membantu untuk membantu para petani dalam mengatasi kebutuhan akses produksi, akses keuangan, pembinaan manajemen usaha dan teknologi. Selain itu, panen dan pasca panen, hasil pemasaran, Jaminan sosial dan beasiswa pendidikan untuk anak petani berprestasi yang akan melanjutkan ke Perguruan Tinggi Bidang Pertanian. Ditujukan, program KPB ini akan dilaunching pada perayaan HUT Provinsi Lampung pada Maret 2020 mendatang. (NCU)

Facebook Comments