Gubernur Arinal Kecam Komersialisasi Donor Darah di Rumah Sakit

  • Whatsapp
Gubernur Arinal Kecam Komersialisasi Donor Darah di Rumah Sakit. Foto: ist

BANDARLAMPUNG – Gubernur Lampung Arinal Djunaidi mengecam keras praktik pelanggaran etik dalam kegiatan donor darah.

“Laporkan ke saya bila ada petugas pelayanan donor darah di rumah sakit yang melakukan komersialisasi darah “wani piro. Kita akan tutup rumah sakitnya, termasuk rumah sakit umum. Nanti saya akan pertanggungjawabkan dengan Menteri Kesehatan,” tegas Arinal pada acara Peringatan Hari Donor Darah Sedunia, di Ruang Rapat Gedung Pusiban Provinsi Lampung, Senin (21/06/2021).

Gubernur Lampung Arinal Djunaidi hadir pada acara itu bersama Ketua PMI Provinsi Lampung Riana Sari Arinal. Selain itu juga tampak hadir Forkopimda Provinsi Lampung, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Lampung, instansi vertikal, Ketua Darma Wanita, Pimpinan BUMN, dunia usaha dan organisasi kemasyarakatan.

Baca Juga :  Bupati Pesibar Hadiri Deklarasi Damai Pemilihan Peratin Serentak

Pada kesempatan itu Gubernur Arinal disaksikan Ketua PMI Lampung Riana Sari Arinal memberikan piagam penghargaan kepada koordinator penyelenggara donor darah terbanyak di masa pandemi, serta pendonor darah sebanyak 75, 50, 25, dan 10 kali di Provinsi Lampung.

Peluncuran Gerakan Siger Donor Darah diawali penandatanganan deklarasi komitmen dan dukungan donor darah sukarela yang dilakukan oleh 20 perwakilan instansi perangkat daerah, instansi vertikal, BUMN, Perguruan Tinggi serta organisasi masyarakat yang selanjutnya akan menjadi koordinator penyelenggara donor darah yang terjadwal setiap tiga bulan sekali.

Dalam sambutannya, Gubernur Lampung Arinal Djunaidi mengatakan transfusi darah sangat dibutuhkan oleh pasien dalam proses penyembuhan atau pengobatan suatu penyakit seperti demam berdarah, kecelakaan, melahirkan termaksud Covid-19.

Baca Juga :  Sulitnya Ekonomi, Penjual Seni Lukis Tetap Urusi Anak Yatim Piatu

Gubernur menjelaskan bahwa darah adalah satu-satunya komponen pengobatan yang tidak dapat diproduksi oleh pabrik dan hanya dapat di produksi oleh tubuh manusia.

Oleh karena itu, tambah dia, menyumbangkan darah adalah suatu perbuatan mulia dan bernilai ibadah, karena setetes darah yang diberikan dapat menyelamatkan nyawa manusia.

“Para pengurus PMI adalah lembaga yang ditunjuk oleh negara. Tugasnya sebagai administrator para pendonor darah dan PMI Rumah Sakit,” pungkasnya.

Arinal mengatakan banyak masyarakat yang membutuhkan pertolongan, dimana menurutnya, negara harus hadir agar tidak terjadi komersialisasi.

Maka dari itu, tegasnya, perlu dibentuk pengurus PMI untuk mengurusi kepentingan masyarakat yang membutuhkan pertolongan, bukan membutuhkan komersialisasi yang tidak menguntungkan.

Baca Juga :  Team Vaksinator Puskesmas Wira Bangun Gelar Vaksinasi

Dalam kesempatan ini Riana Sari Arinal juga menyampaikan 6 point dalam Gerakan Siger Donor Darah yang salah satunya adalah sosialisasi Aplikasi Donorku yang dapat diunduh oleh masyarakat guna memberikan informasi terkini kondisi ketersediaan darah di PMI serta jadwal mingguan pelaksanaan donor darah dan pengajuan usulan pengadaan donor darah.

Riana Sari Arinal meminta saatnya bergerak membantu rakyat yang banyak membutuhkan darah. Di mana pada Peringatan Hari Donor Darah Sedunia ditarget dapat terkumpul 300 kantong darah. (MRA)

Facebook Comments