GSVL Tak Sendirian, Covid-19 Momentum Hidup Baru

  • Whatsapp

Tak boleh ada kata maupun ungkapan yang mengesankan seolah-olah Walikota Manado tengah bekerja seorang diri dalam menahkodai Ibukota Provinsi Sulawesi Utara (red Kota Manado). Tugas-tugas Pemerintahan, Pembangunan dan Kemasyarakatan, menurut pengamatan saya, semua berjalan dengan baik,” ujar Alex Sinaulan.

Apalagi disaat dunia, Indonesia, Sulawesi Utara, khususnya Kota Manado diperhadapkan dengan masa-masa sulit seperti ini, menjadi sebuah momentum penting untuk membaharui diri, membangun relasi dan persahabatan dengan siapa saja, kemana pun kita pergi dan berada tanpa membeda-bedakan asal-usul seseorang,” tandas aktifis L-KPK Sulut.

Menurutnya, masyarakat kota Manado harus terus memperkuat rasa solidaritas dengan tetap mengobarkan semangat persatuan dan persaudaraan dalam menghadapi Pandemi Covid 19, hanya dengan rasa kebersamaan, kegotong-royongan Virus corona akan dapat diatasi.

Persoalannya, apakah kita mau mentaati anjuran pemerintah yang disampaikan Walikota Manado, DR.Ir. GS.Vicky Lumentut, SH, M.Si, DEA untuk tetap disipilin menerapkan protokol kesehatan, diyakini virus ini akan segera berlalu dan warga kota Manado kembali hidup normal seperti sediakala” ucap Sinaulan.

Lelaki yang mengaku punya hubungan dekat dengan orang nomor satu kota Manado itu mengatakan, GSVL tidak seorang diri, beliau tetap ada dimana-mana, menyambangi warganya. Telah banyak hal yang sudah dibuat dan dilakukan oleh seorang Vicky Lumentut, buat warganya baik sebelum dan, disaat wabah pandemi Covid 19 menyerang kota manado.

Baca Juga :  Alumni Akabri 1996 Bantu Masyarakat Terdampak Covid-19

“Adalah sesuatu yang tidak mungkin GSVL bekerja seorang diri, seluruh jajarannya tetap solid mendukung kepemimpinan Vicky Lumentut dalam mengawaki kota yang sebelumnya dijuluki Kota “Bersehati, termasuk warga kota Manado pada umumnya tetap setia dalam mengsukseskan setiap program pembangunan pemerintah kota manado,” tukasnya.

Memang GSVL bukan manusia super atau “malaikat yang dapat melakukan sesuatu dalam sekejap, kita harus dapat merubah paradigma lama dan mindset berpikir dengan cara hidup baru, merubah pola berpikir dari sebelumnya yang sering tidak mengindahkan anjuran pemerintah untuk hidup baru ketika bangsa ini ada dalam masa pandemi Covid 19

Pola hidup baru lebih pada bagaimana mematuhi anjuran pemerintah untuk hidup “bersih, menggunakan masker ketika keluar rumah dan tetap jaga jarak fisik agar terhindar dari serangan penyakit. Kita semua harus mau menanggalkan paradigma lama dari sebelumnya hidup “serampangan, menuju pola hidup baru, demi keselamatan bersama,” tandas Sinaulan.

Demikian juga bagaimana cara pandang kita ketika suasana negeri tercinta dilanda wabah penyakit yang membuat penderita mati dalam sekejap, menjadi peringatan buat kita semua, masyarakat Indonesia pada umumnya tak boleh main-main dengan virus yang satu ini, apa pun status atau derajat yang disandang, yang mengaku saleh sekalipun tak kan bisa menghindar dari serangan virus jika protokol kesehatan tidak diindahkan,” terangnya.

Baca Juga :  Waketum 1 DPP AWPI : Jangan ada prostitusi lagi di Pujasera 09!

Anjuran Walikota Manado untuk mematuhi protokol kesehatan bukan untuk kepentingannya semata dan bukan hanya untuk dirinya sendiri, tidak ada cara lain yang dapat dilakukan selain mentaati imbauan pemerintah. Virus Corona hanya dapat dibasmi kalau semua pihak mau bahu-membahu melalui semangat gotong royong saling mengingatkan antara satu dengan lainnya maka kita akan terbebas dari virus Corona,” paparnya.

Terpisah, Ketua Asosiasi Wartawan Profesional Indonesia (AWPI) Sulawesi Utara Ramly Mamuaya, saat diwawancarai media Bhayangkaranusantara.com Minggu, (21/05/20) mengatakan, GSVL tidak seorang diri, AWPI berada paling terdepan, mengawal setiap kebijakan pemerintah kota dalam berbagai hal termasuk penanganan Covid 19,” ucapnya.

Lebih lanjut kata Mamuaya, saya menyaksikan dan melihat sendiri, bagaimana Vicky Lumentut berjibaku dan berpacu dengan waktu untuk melakukan yang terbaik bagi warganya, hampir tak ada waktu buat keluarganya sendiri mengingat keberadaannya bukan hanya milik keluarga tapi milik seluruh warga kota Manado.

Baca Juga :  Test Swab Keluarga dan Rekan Kerja Kasus 01 Negatif Corona

Sadar dengan keberadaannya, pasangan hidup dari seorang wanita pemilik nama, Prof. DR. Julyeta Paulina Amelia Runtuwene, MS, Rektor UNIMA menghabiskan hari-harinya untuk ada bersama warga dalam ikut merasakan berbagai persoalan yang tengah dialami warga.

Tidak ada dibenaknya melakukan hal-hal yang bersifat instan seperti, bagi-bagi duit dan sembako yang bersifat pencitraan semata apalagi disaat Covid 19 yang telah memakan korban jiwa dalam bilangan angkah ribuan untuk sebuah pencitraan, kualat namanya,” tandas Mamuaya

Disamping itu ada pernyataan menarik yang keluar dari mulut seorang Vicky Lumentut, Ketua Komisi P/KB GMIM bahwasanya pemberian sembako kepada warga terdampak tidak ada hubungannya dengan politik, pernyataan Lumentut terkait pemberian sembako, murni bantuan pemerintah tanpa embel-embel.

Harapan AWPI, Vicky Lumentut, tetap semangat dalam mengemban amanat rakyat, tegas dalam dalam bertindak Arif dalam ucapan tapi juga berani mengambil keputusan disaat-saat genting, harapan ini rasanya tak berlebihan jika seorang pemimpin mau menerima setiap ungkapan warga meskipun sakit mendengarnya,” tambah Mamuaya. (Johny lalonsang)

Facebook Comments