GPII Meminta Balikpapan Jadi Kota Layak Huni Bagi Pelaku Usaha

  • Whatsapp

BALIKPAPAN – Memasuki Hari Jadi Kota Balikpapan yang Ke – 121. Gerakan Pemuda Islam (GPII) Kota Balikpapan meminta dan mendo’akan agar Balikpapan

Insyallah Semakin menjadi Kota Layak Huni, Kota layak dan ramah bagi semua elemen masyarakat, tidak terkecuali bagi Pelaku Usaha Mikro yang berdomisili di Kota Balikpapan.

Agus Sudirman selaku Ketua Umum Pengurus Daerah (PD) Gerakan Pemuda Islam Indonesia (GPII) Kota Balikpapan meminta Pemerintah Kota Balikpapan untuk tidak terlalu ‘’KAKU’’ melaksanakan Intruksi Gubernur Kalimantan Timur yang melarang masyarakat untuk melakukan aktivitas diluar rumah setiap hari sabtu & minggu yang terhitung sejak tanggal 6 Februari 2021 sampai batas waktu yang belum ditentukan.

Menurut Sudirman GPII melihat yang sangat terdampak adalah Pelaku UMKM, yang mengandalkan pendapatan dari hasil penjualan harian dan sangat bergantung pada daya beli masyarakat di akhir pekan , khsususnya hari sabtu dan minggu. UMKM di Balikpapan itu didominasi oleh Pelaku Usaha Mikro yang lebih banyak mengandalkan income dari hasil penjualan harian.

Ada fenomena ‘’Banting Setir’’ menjadi wirausaha Mikro akibat Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) imbas wabah covid – 19 di Balikpapan. Ini perlu menjadi perhatian serius Pemerintah Kota Balikpapan untuk menyelamatkan penghidupan warganya .

Dan juga Perlu dilakukan pendampingan untuk bantuan yang disalurkan bagi pelaku – pelaku usaha terdampak covid agar bantuan yang disalurkan benar – benar digunakan untuk modal penguatan atau pengembangan usaha bukan untuk konsumsi pribadi diluar aktivitas usaha.

“GPII Kota Balikpapan melihat UMKM adalah salah satu sektor yang cukup potensial untuk melakukan percepatan pemulihan ekonomi secara nasional. Oleh karena itu Harapan kami Pemerintah Kota Balikpapan bisa melakukan penguatan – penguatan yang signifikan di Sektor UMKM . Melalui Kebijakan yang ramah terhadap pelaku – pelaku UMKM . ‘’ Tegas Agus kepada Haluan Indonesia. (Red)

Facebook Comments