Gencarkan Pengawasan, Bawaslu Pesibar Cermati Data Pemilih

  • Whatsapp

PESISIR BARAT – Bawaslu Kabupaten Pesisir Barat telah melakukan berbagai upaya untuk melaksanakan pengawasan terhadap Daftar Pemilih Sementara (DPS) menuju Daftar Pemilih Sementara Hasil Perbaikan (DPSHP), mulai dari menganalisa DPS sampai ditemukan data ganda dalam 1 (satu) Kecamatan dan Ganda antar Kecamatan, serta meninggal dunia dan ubah data. Selasa(13/10/2020)

Dari data hasil analisa Bawaslu tersebut dilakukan Pencermatan Kembali serta mengintruksikan kepada Panwaslu Kecamatan dan Pengawas Desa/Kelurahan Se-Kabupaten Pesisir Barat untuk melakukan pencermatan hingga melakukan Faktual terhadap DPS dan dan verifikasi terhadap DPS Ganda, meninggal dan ubah data tersebut.

Komisioner Bawaslu Kabupaten Pesisir Barat, Heri Kiswanto, S.Sos.I menyampaikan bahwa, hasil pengawasan disampaikan kepada KPU Kabupaten Pesisir Barat.

Baca Juga :  Pjs. Bupati Pesisir Barat Monitoring Kinerja dan Pelayanan OPD

Dalam pencermatan hingga faktual yang dilakukan, menganalisa softcopy by name by addres, dalam bentuk file excel pada NIK dan NKK dari KPU.

Berdasarkan data tersebut, Bawaslu menemukan daftar pemilih diduga ganda sebanyak 37 orang, meninggal 62 orang, dan ubah data 2 orang pemilih yang tersebar di sebelas kecamatan se-Kabupaten Pesisir Barat.

“Sehingga, jika ditotalkan temuan itu sebanyak 101 orang calon pemilih diduga bermasalah,” sebut HK.

Terkait itu, sambung HK, pihaknya telah melayangkan rekomendasi kepada KPU Pesisir Barat untuk dapat menindaklanjuti temuan-temuan terkait dengan daftar pemilih tersebut dan sudah di tindak lanjuti oleh KPU Pesisir Barat.

Bawaslu Pesisir Barat, akan terus melakukan pengawasan secara melekat dalam pelaksanaan penyusunan daftar pemilih guna menjaga hak pilih setiap warga yang sudah memenuhi syarat. Ungkap HK.

Baca Juga :  Pastikan Pelayanan Berjalan Baik, Pjs. Bupati Pesibar Sidak di Enam OPD

“Hal itupun dilakukan guna untuk memastikan keakuratan daftar pemilih terhadap masyarakat agar nantinya dapat memberikan hak suaranya pada pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Pesisir Barat Tahun 2020 ini”. Ujarnya.

Selanjutnya Bawaslu Pesbar setelah melakukan analisa DPS Tersebut perlu kembali mengingatkan KPU Pesisir Barat beserta jajaran agar benar-benar teliti terhadap data pemilih ini mengingat DPT yg ditetapkan nantinya mesti teruji akurasi nya. Jangan sampai pasca penetapan DPT masih banyak ditemukan elemen data yg tidak akurat dan pemilih yg belum masuk dalam DPT.

Kemudian Bawaslu menghimbau kpada masyarakat Pesisir Barat agar melaporkan jika ada yang belum masuk sebagai Daftar Pemilih pada Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Pesisir Barat 9 desember 2020 nanti. Tegas HK. (Rls/Red)

Facebook Comments