Gelar Budaya Taman, Tradisi Boyong Kenthong

0
25

PEMALANG – Gelar Budaya Taman (GBT) merupakan perpaduan antara pentas seni budaya dan promosi produk unggulan desa. Acara ini digagas oleh Camat Taman, BPM Wibowo dengan tujuan meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap nilai – nilai budaya dan mengembangkan ekonomi kreatif.

“Sejauh ini persiapannya sudah mencapai 80%. Insya Allah pada harinya, tinggal breeng saja,” tutur Dimas Prasetyo, Ketua Panitia Penyelenggara, baru – baru ini.

Dimas mengatakan, acara ini akan berlangsung sejak tanggal 30 januari 2020 sampai dengan 2 pebruari 2020. acara akan di awali dengan pengambilan air dari Blumbang Banyu Taman, yang akan dikirab keliling desa.

Sesampainya di pendopo kecamatan akan disambut dengan Sendra Tari Boyong Kenthong yang diprakarsai Ki Dalang Suryo.

Blumbang Banyu Taman merupakan sumber air di Desa Taman yang dipercaya oleh masyarakat setempat memiliki kekuatan magic untuk mengungkap sebuah kebohongan. 

“Jadi, barang siapa yang melakukan kebohongan, dipercaya akan menerima karma setelah meminum air tersebut,” katanya.

Sedangkan Boyong Kenthong adalah tradisi yang telah berlangsung sejak tahun 1931 lalu. Umumnya dilakukan pada setiap pergantian kepala desa. Kades lama akan menyerahkan kenthongan kepada kepala Kades baru sebagai simbol kerukunan, yang mencerminkan susana aman dan kondusif pasca Pilkades.

“Dari perpaduan dua budaya itu, rohnya adalah mengajak berbuat baik, menanamkan nilai-nilai kejujuran dan kerukunan pada masyarakat. Dan satu lagi, tradisi Boyong Kenthong ini sangat ikonik, karena hanya ada di Kecamatan Taman saja,” pungkasnya (J’S).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here