Gapoktan Ngeluh, Benih Padi Bantuan Pemerintah tak Layak Guna

Way Kanan – Sebagian besar kelompok tani di Way Kanan mengeluh akibat mendapat bantuan benih padi yang diduga oplosan, hal ini disampaikan oleh sebagian besar anggota kelompok yang mendapatkan benih padi bantuan dengan merek Benthany Seeds, jumat (20/05/2022).

Menurut keterangan anggota kelompok tani yang meminta agar nama dan nama kelompok taninya dirahasiakan (mr. X) bahwa benih tersebut ketika dibuka segel plastiknya berisikan benih yang bercampur dengan patahan beras, tak hanya itu benih itu pun saat direndam banyak sekali yang mengapung (hampir setengah kampelnya mengapung).

“Ini kalau dilihat dari patahan beras yang bercampur sudah bisa dipastikan kurang jemur makanya berasnya patah, dan ini rata-rata begitu kami buka ada patahan beras semua mas.” ujar Mr. X

Baca Juga :  Kadis Dikbud Way Kanan Keluarkan SE untuk Pelaksanaan PPDB

Setelah itu Mr. X memasukkan 1 kampel beras tersebut ke dalam bak air untuk direndam sebelum dilakukan penebaran benih.

“Tuh mas, sebagian besarnya benihnya mengapung,  artinya gak akan tumbuh kalau ngapung begini.” ucap Mr. X

Masyarakat berharap kepada pemerintah setiap bantuan benih padi itu bisa diawasi sehingga tidak ada benih yang kualitasnya seperti ini, dimana hal tersebut bisa merugikan petani.

Sementara itu di lain pihak, Rina Ekawati Kepala Bidang (Kabid) Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Dinas Pertanian, Peternakan, dan Perikanan Kabupaten Way Kanan  menyatakan bahwa pihaknya tidak tahu menahu akan hal itu.

“Kami hanya mengusulkan, kita laporkannya ke perusahaan dong pak, tanggung jawab mereka yang mendroping benihnya itu.” jelasnya

Baca Juga :  Antisipasi Covid Varian Baru, BIN Dorong Giat Vaksinasi

Ketika ditanya mengenai adanya beras dalam kampel benih tersebut Rina seolah tak tahu menahu akan hal itu.

“Itu kami tidak tahu ya pak, karena bukan kami yang mengemasnya.” ungkap Rina

Dirinya menambahkan, bantuan tersebut tidak turun begitu saja, karena ada tim BPSP yang mengeluarkan label layak edar dan tim provinsi selaku PBT sudah menyatakan layak dropping,

“Jadi kalau ada kejadian seperti ini, itu segera lapor ke mereka.” ungkap Rina.

Menurut informasi dan data yang sudah dikumpulkan kuat dugaan bahwa kurang lebih 200 ton benih padi yang di edarkan di Way Kanan mengalami hal serupa dimana benih tersebut tidak layak edar, dikarenakan dari 1Ha (25 kg) benih padi yang di bagikan hanya separonya yang bisa dipergunakan.

Baca Juga :  Kadis Dikbud Way Kanan Keluarkan SE untuk Pelaksanaan PPDB

Pos terkait