Gaduh Rencana Kepala BPPRD Bidik Tapping Box PKL, Dibantah Walikota Balam

  • Whatsapp

Bandar Lampung-Langkah Pemerintah Kota Bandar Lampung yang tengah gencar menertibkan pelaku usaha terkait penunggankan pajak hingga wacana pemasangan Tapping box (Alat Perekam Hasil Penjualan) kepada Pedagang Kaki Lima (PKL), menimbulkan keresahan pada pelaku usaha kecil.

Sebelumnya Kepala Badan Pengelola Pajak dan Retribusi Daerah (BPPRD) Kota Bandar Lampung (Balam), Yanwardi mengatakan rencana pemasangan ke PKL sudah ada sejak dulu namun belum terealisasikan.

“Secepatnya kita target juga pedagang kaki lima tapi dikompromikan dulu, karena saat ini alatnya masih terbatas, dari sekian ribu tempat usaha baru ada 500 alat yang tersebar, ” ujarnya Kamis (24/06/2021)

Setelah itu wacana tersebut terdengar pelaku usaha kecil, seperti pelaku usaha Pecal Lele khawatir terkait wacana tersebut.

Baca Juga :  AWPI DPD Kalteng Pimpin Lintas Organisasi Bantu Musibah Kebakaran

Pak Gendut sapaan akrabnya, pemilik Pecel Lele di Sukabumi mengatakan tidak setuju terkait wacana tersebut.
“Kami ini fasilitas juga belum baik, apalagi masa pandemi omset kami sedang menurun, jika terkena tapping box kami tidak setuju, ” tuturnya

Pak Gendut juga meminta Pemerintah Kota (Pemkot) agar memperhatikan aspek-aspek PKL dari segi fasilitas dan pelanggan.
“Kami ini juga mau berkembang memperbaiki fasilitas tolong jangan dikenai tapping box dulu” mintanya.

Seminggu setelah kegaduhan yang ditimbulkan dari rencana Kepala BPPRD Kota Balam, Walikota Bandarlampung Eva Dwiana membantah,

Melalui rillis yang disampaikan Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika ( Diskominfo) Pemerintah Kota Bandarlampung tidak ada rencana untuk memasang tapping box atau alat perekam transaksi kepada PKL

Baca Juga :  Kepala Divisi Hukum AWPI Kota Bekasi Angkat Bicara Terkait Dugaan THM Melanggar PPKM Darurat

“Bunda sapaan Walikota Balam Tegaskan tidak akan ada pemasangan tapping box terhadap pedagang kaki lima, Bunda memahani kondisi perekonomian PKL ataupun pedagang emperan” ujarnya, Jum,at (2/7/2021).

Walikota perempuan pertama dikota Bandarlampung tersebut justru meminta kepada Badan Pengelola Pajak dan Retribusi Daerah (BPPRD) Kota Bandarlampung fokus dalam memasimalkan Tapping box yang sudah terpasang.

“Pedagang kaki lima tidak perlu panik atas isu yang beredar, BPPRD telah bunda minta agar fokus mengoptimalkan pendapatan terhadap tapping box yang telah terpasang” Katanya.

Diketahui sesuai Peraturan Walikota Nomor 6 Tahun 2018 tentang Sistem Pembayaran Pajak Daerah Secara Elektronik (E-Billing),
Pemasangan tapping box diperuntukkan bagi pelaku usaha yang memiliki tempat usaha tetap seperti rumah toko (ruko) dan beromset juta rupiah (rls/sel)

Facebook Comments